SLEMAN, BERNAS.ID – Lebih dari 1.000 peserta dari berbagai daerah menghadiri Silaturahmi Nasional (Silatnas) dan Halal Bihalal ASPARAGUS Nasional XVI di Pondok Pesantren Wahid Hasyim, Sleman, Yogyakarta, Rabu malam (15/4/2026).
Peserta datang dari Jawa, Sumatera, Madura hingga Kalimantan. Rombongan dari sejumlah daerah juga hadir dalam jumlah besar, seperti Gresik, Solo Raya, Demak, hingga Jawa Barat.
Tuan rumah, Gus Reza, mengatakan kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi para gus dan jejaring pesantren se-Indonesia.
Baca Juga : Fraksi PKB Dukung Pramono Anung Wujudkan Perda Pesantren di Jakarta
“Ini bukan sekadar halal bihalal, tapi juga forum untuk menguatkan hubungan dan kebersamaan antarjejaring pesantren,” ujarnya.
Mengusung tema “Merawat Sanad, Mengikat Tekad, Pesantren Kuat”, kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus penguatan nilai-nilai pesantren, terutama dalam menjaga kesinambungan sanad keilmuan dan hubungan antargenerasi.
Ketua panitia, Gus H. Misbachul Munir, mengatakan tingginya partisipasi peserta menunjukkan kuatnya jejaring ASPARAGUS di berbagai daerah.
“Alhamdulillah, peserta yang hadir lebih dari seribu orang dari berbagai wilayah di Indonesia. Ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan silaturahmi di antara putra-putra kiai masih sangat kuat,” kata Munir.
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang temu, tetapi juga momentum konsolidasi organisasi agar ke depan ASPARAGUS semakin solid dan terarah.
Baca Juga : Hari Santri Kota Jogja, Ada Reresik di 6 Pondok Pesantren
“Kami berharap dari pertemuan ini lahir langkah-langkah konkret untuk memperkuat peran pesantren di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sejumlah tokoh nasional turut hadir, di antaranya Zulkifli Hasan, Budiman Soejatmiko, jajaran PBNU, GP Ansor, serta para kiai dan pengasuh pesantren dari berbagai daerah.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Alfalahiyyah Mlangi, Yogyakarta, K.H. Fahmi Basya L.C, menegaskan bahwa ASPARAGUS akan tetap berpegang pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan menjaga independensi dari kepentingan politik praktis.
“ASPARAGUS ini wadah aspirasi putra-putra kiai seluruh Nusantara. Kami tetap berkomitmen memperjuangkan nilai Aswaja dan ikut berkontribusi untuk keadilan, kesejahteraan, persatuan, dan kemakmuran bangsa,” kata Fahmi.
Ia menambahkan, kontribusi tersebut dilakukan melalui penguatan pendidikan di pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia.
Menurutnya, tantangan ke depan adalah bagaimana potensi besar jaringan pesantren tersebut bisa diwujudkan dalam program yang nyata, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat. (DID)
