SLEMAN, BERNAS.ID – Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan Keluarga Besar STAK Yogyakarta. Melalui program misi kemanusiaan, pengurus pusat beserta jajaran, tim bedah rumah, lintas ormas, komunitas, relawan, dan warga lokal bersatu padu menggelar kegiatan gotong royong pembongkaran dan pembangunan ulang rumah milik Ibu Lujinem Parmini, seorang anggota aktif Srikandi STAK, di kawasan Jombor Kidul, Sinduadi, Mlati, Sleman, Minggu (10/5/2026).
Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dan berlangsung penuh kekompakan. Hadir langsung memimpin kegiatan Ketua Umum STAK Yogyakarta, Sigit Cemo, didampingi Bendahara Umum, Saryanto, serta seluruh jajaran pengurus dan relawan yang bergerak bersama warga setempat.
Ketua Umum STAK Yogyakarta, Sigit Cemo, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian organisasi terhadap anggotanya maupun masyarakat luas. Menurutnya, semangat gotong royong merupakan warisan leluhur yang mulai luntur di tengah kemajuan zaman, dan STAK bertekad untuk terus menghidupkannya kembali.
“Gotong royong adalah budaya asli nenek moyang kita yang harus terus digelorakan. Di era modern ini nilai itu mulai hilang, oleh karena itu STAK berinisiatif mengangkat kembali semangat itu, sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan mempererat solidaritas antarwarga, komunitas, ormas, dan relawan yang ada di Yogyakarta,” ujar Sigit Cemo.
BACA JUGA: STAK Yogyakarta Bertemu Kapolresta Sleman Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Rumah yang menjadi sasaran bantuan ini kondisinya sudah tua, atapnya lapuk dimakan usia, dan dinilai tidak lagi layak huni bahkan berpotensi membahayakan keselamatan penghuninya. Selain membongkar dan memperbaiki bagian yang rusak, tim relawan juga berencana menambah ruangan berupa dua kamar terpisah bagi kedua anak Ibu Lujinem, agar keluarga tersebut dapat menempati hunian yang aman, nyaman, dan layak.
Pembangunan dan renovasi menyeluruh ini diperkirakan memakan waktu sekitar 7 hingga 15 hari ke depan. Demi percepatan penyelesaian, para relawan sepakat bekerja secara bergantian, mulai pagi hingga malam hari, hingga rumah dinyatakan aman dan layak dihuni sepenuhnya.
Bantuan yang diberikan STAK tidak hanya berupa tenaga kerja sukarela, tetapi juga dukungan dana yang bersumber dari kas organisasi. Dana tersebut merupakan kumpulan sumbangan para donatur dan masyarakat yang memiliki kepedulian sosial tinggi, yang dikelola dan disalurkan secara tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
“Bantuan ini kami salurkan kepada penerima yang memang wajib kita bantu. Program kemanusiaan seperti ini tidak hanya kami lakukan di Sleman, tapi akan kami sebarkan ke seluruh wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Prinsip kami sederhana: hadir untuk mensejahterakan anggota dan masyarakat sekitar,” tambahnya.
Warga sekitar sangat mengapresiasi langkah nyata yang diambil STAK Yogyakarta. Kehadiran lintas elemen masyarakat dalam satu tujuan mulia ini membuktikan bahwa kepedulian dan kebersamaan masih menjadi kekuatan utama dalam menjaga kerukunan dan kesejahteraan sosial di tengah masyarakat.
BACA JUGA: Bupati Sleman Lantik Dewan Pengawas PDAM Sleman, Perkuat Tata Kelola dan Pelayanan Publik
Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh dan inspirasi bagi organisasi maupun komunitas lain, agar budaya saling bantu dan gotong royong tetap lestari dan menjadi ciri khas kehidupan bermasyarakat di Yogyakarta. (mar)
