YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Kembali maraknya aksi kejahatan jalanan atau yang populer disebut “Klitih” di wilayah Yogyakarta, menurut Ketua Forum Pemberdayaan Perempuan Mandiri (FPPM), Reny Rosiana mencoreng citra kota pelajar yang melekat pada Daerah Istimewa Yogyakarta.
Belum lagi hilang di ingatan kita permasalahan kekerasan anak di salah satu tempat penitipan anak di Yogyakarta, menyusul peristiwa berdarah yang memilukan sehingga harus merenggut nyawa AA seorang pelajar akibat tusukan senjata tajam di kawasan Kotabaru, Yogyakarta, pada Minggu (17/5/2026) dinihari.
Menurut wanita yang akrab disapa Rina ini dibutuhkan peran semua pihak dalam menangani permasalahan klitih ini, mulai dari peran orangtua di rumah, guru di sekolah, masyarakat hingga pemerintah ataupun stakeholder terkait.
Baca Juga : FPPM Beri Pelatihan Kuliner di Lapas Kelas IIA Yogyakarta
“Dimulai dari rumah dulu, orangtua wajib mengetahui kegiatan anaknya diluar, dan dipastikan jam 22.00 WIB anak-anak sudah berada di rumah,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).
Selain itu, menurut Rina yang saat ini tengah menjalin kemitraan dengan lembaga pendidikan Edufun, pentingnya peran sekolah adalah memastikan anak didik telah kembali ke rumah masing-masing dengan selamat.
“Jangan sampai ada anak-anak yang nongkrong-nongkrong di sekitar sekolah. Isilah waktu anak-anak dengan kegiatan yang positif, salah satunya dengan mengikuti kelas di Edufun,” katanya.
Rina juga mendorong pihak kepolisan untuk mengusut tuntas kasus klitih yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang di Kotabaru, Yogyakarta.
“Kalau memang dibutuhkan segera dibentuk tim pemburu klitih atau semacamnya untuk mencegah dan meminimalisir aksi kejahatan jalanan yang akhir-akhir ini kembali marak dan meresahkan,” katanya.
Baca Juga : EDUFUN: Inovasi Pendidikan yang Siap Antar Siswa SMP Menjadi Generasi Tangguh dan Berprestasi
“Sedangkan untuk pemerintah, melalui stakeholder terkait juga dapat mengambil tindakan untuk mencegah klitih ini kembali terulang di Kota Yogyakarta,” tambah Rina.
Dia juga meminta kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan sistem keamanan di lingkungannya masing-masing, guna mencegah kembali berulangnya peristiwa tersebut.
“Masyarakat sebisa mungkin juga turut menjaga keamanan dari kejahatan jalanan klitih ini, sehingga wisatawan yang datang ke Yogyakarta tidak merasa khawatir dan mendapatkan rasa aman dan nyaman,” pungkasnya. (cdr)
