YOGYAKARTA, BERNAS.ID- UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menorehkan langkah besar dalam perjalanan pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Setelah lebih dari tujuh dekade mengembangkan tradisi keilmuan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman, kampus ini resmi membuka Program Studi Kedokteran dan Program Profesi Dokter.
Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia di halaman Gedung Fakultas Kedokteran, Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Kamis, 4 Juni 2026.
Peresmian tersebut menjadi momentum bersejarah bagi UIN Sunan Kalijaga sekaligus menandai babak baru kontribusi perguruan tinggi keagamaan Islam dalam pengembangan sumber daya manusia bidang kesehatan yang unggul, profesional, dan berkarakter.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, menegaskan kehadiran Program Studi Kedokteran dan Program Profesi Dokter bukan sekadar penambahan program akademik, melainkan manifestasi dari visi besar universitas dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang terintegrasi antara sains, etika, spiritualitas, nilai-nilai kemanusiaan, dan keislaman.
“Indonesia membutuhkan dokter yang tidak hanya unggul secara akademik dan profesional, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, integritas moral, serta kemampuan memahami dimensi spiritual dan budaya masyarakat yang dilayaninya,” ujar Rektor.
Menurut rektor, pendidikan kedokteran di UIN Sunan Kalijaga dibangun di atas paradigma integrasi-interkoneksi yang selama ini menjadi ciri khas universitas. Melalui pendekatan tersebut, UIN Sunan Kalijaga berkomitmen melahirkan dokter yang menguasai ilmu kedokteran modern berbasis bukti ilmiah sekaligus memiliki empati, etika, dan komitmen pengabdian kepada kemanusiaan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, rumah sakit pendidikan, organisasi profesi, pemerintah daerah, serta berbagai mitra yang telah mendukung proses panjang pendirian program tersebut.
Sementara itu, Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar, dalam sambutannya menyebut kehadiran Program Studi Kedokteran sebagai langkah strategis yang makin menyempurnakan posisi UIN Sunan Kalijaga sebagai universitas Islam yang utuh.
“Universitas adalah samudra yang mampu menampung universalitas ajaran Islam. Kehadiran Fakultas Kedokteran menjadikan UIN Sunan Kalijaga makin lengkap sebagai universitas yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Menag.
Menteri Agama juga menekankan pentingnya integrasi ilmu agama dan ilmu pengetahuan sebagaimana tradisi keilmuan yang berkembang pada masa keemasan Islam. Ia mengingatkan bahwa tokoh-tokoh besar seperti Ibnu Rusyd, Ar-Razi, Jabir bin Hayyan, dan Al-Khawarizmi merupakan contoh ilmuwan Muslim yang mampu menguasai berbagai disiplin ilmu secara terpadu.
Karena itu, ia berharap UIN Sunan Kalijaga dapat menjadi “Baitul Hikmah Baru”, yakni pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang memadukan kajian keislaman, sains, teknologi, kesehatan, dan berbagai bidang keilmuan lainnya dalam satu ekosistem akademik yang kuat.
Menurut Menteri Agama, dokter lulusan perguruan tinggi Islam memiliki keunggulan tersendiri karena tidak hanya dibekali kompetensi medis, tetapi juga kemampuan membangun komunikasi spiritual dan hubungan kemanusiaan yang baik dengan pasien.“Human relation sangat penting dalam pelayanan kesehatan. Dokter yang memahami nilai-nilai agama dan mampu menghadirkan empati akan memiliki kedekatan yang lebih kuat dengan masyarakat,” tuturnya.
Lebih lanjut, Prof. Nasaruddin Umar menyampaikan optimismenya bahwa Indonesia, khususnya Yogyakarta, memiliki peluang besar menjadi pusat pengembangan sains, teknologi, dan peradaban Islam modern di masa depan. Dengan peresmian Program Studi Kedokteran dan Program Profesi Dokter ini, UIN Sunan Kalijaga menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kontribusi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. (*)
