SLEMAN, BERNAS. ID – Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengadakan pementasan wayang orang dengan tema Ramawijaya Manggalajajar, dengan peserta menggunakan busana wayang terbanyak sejumlah 257 peserta, pada hari Sabtu (21/9/2019) di kawasan Tebing Breksi, Desa Gunungsari Sambijajar, Kecamatan Prambanan, Sleman.
Diikuti oleh 257 peserta dengan beragam usia baik muda maupun tua dari sanggar tari dan wayang orang yang ada di DIY juga dari STIEBBANK dan Akpar Buana Wisata serta diikuti oleh warga sekitar.
Diungkapkan Kepala Dinas pariwisata DIY, Singgih Raharjo mengatakan Tebing Breksi menjadi saksi pencatat rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk penggunaan pakaian wayang orang terbanyak sejumlah 257 peserta.
“Acara ini memiliki tujuan yang pertama lebih mengenalkan Taman Tebing Breksi yang dulunya tambang batu kemudian kita sulap menjadi destinasi yang sekarang ini digandrungi kaum milenial, kedua untuk menguatkan citra pariwisata Yogyakarta atas budayanya yang adiluhung dengan wayang orang itu sendiri, ketiga menjadikan satu antara destinasi dan budaya menjadi kekuatan pariwisata Yogyakarta,”ujarnya.
Ditambahkan Singgih bahwa acara ini juga melibatkan Badan Promosi Pariwisata Kabupaten Sleman.Serta kenapa menggunakan pakaian wayang, karena wayang orang sedikit agak surut dikenal oleh masyarakat sehingga perlu diangkat lagi, belajar dari flashmob wanaran yang beberapa waktu lalu sempat viral, untuk dijadikan sebagai pembelajaran supaya anak-anak muda juga kenal dan lebih mencintai budaya indonesia.
Singgih Raharjo berharap kedepannya akan ada pementasan yang rutin dengan mengangkat legenda setempat di Tebing Breksi. “Entah itu seminggu sekali atau sebulan sekali, karena sudah punya tempat yang cukup bagus dan wisatawan yang bagus juga untuk menambah daya tarik Tebing Breksi,” pungkasnya. (mcz/cdr)
