CALIFORNIA, BERNAS.ID ? Bayi yang baru lahir biasanya menangis dengan keras. Itu adalah salah satu tanda bahwa bayi lahir dalam keadaan sehat. Namun, jika dilihat lebih dekat, tangisan bayi yang baru lahir berbeda dengan tangisan pada umumnya. Bayi yang baru lahir menangis tanpa mengeluarkan air mata.
Air mata, diperlukan untuk melindungi mata dengan cara membuatnya tetap lembab. ?Orang biasanya menangis ketika dihadapkan dengan emosi ekstrem seperti sedih, marah atau bahagia,? kata Sage Timberline, seorang dokter anak di University of California, Davis, Children's Hospital di Sacramento, California, sebagaimana dilansir dari Live Science. Emosi ekstrem, menurut Timberline, dapat memicu respons yang menghasilkan air mata untuk lebih melindungi mata. Air mata emosional ini juga dapat membantu melepaskan hormon pemicu stres. Hal ini berkontribusi pada rasa lega yang mengikuti tangisan yang baik.
Dalam kasus bayi yang yang baru lahir, saluran air mata, mereka belum sepenuhnya berkembang. ?Mereka menghasilkan cukup air mata untuk melapisi mata dan membuatnya tetap lembab, tetapi tidak cukup untuk membentuk tetesan di pipi,? papar Timberline. ?Mata bayi yang baru lahir cenderung kering – demikian pula kulitnya. Tidak peduli seberapa panasnya, bayi yang baru lahir hampir tidak berkeringat selama beberapa minggu pertama kehidupannya. Itu karena kelenjar keringat belum berfungsi sepenuhnya,? lanjutnya.
Manusia, menurut Timberline, memiliki dua jenis kelenjar keringat, yang disebut kelenjar ekrin dan apokrin. Kedua kelenjar tersebut sebanarnya telah terbentuk pada bayi yang baru lahir walaupun mereka belum memproduksi keringat. ?Kelenjar apokrin mengeluarkan keringat melalui folikel rambut tetapi tidak diaktifkan sampai perubahan hormon terjadi selama masa pubertas, kata Timberline. Sementara itu, kelenjar ekrin mulai terbentuk selama bulan keempat kehamilan, muncul pertama kali di telapak tangan janin dan di telapak kakinya. Pada bulan kelima, kelenjar ekrin menutupi hampir seluruh tubuh. ?Setelah bayi lahir, kelenjar ekrin yang paling aktif adalah yang ada di dahi,? kata Timberline. ?Setelah itu, bayi mulai berkeringat di anggota tubuhnya,? lanjutnya. (aji)
