YOGYA, BERNAS.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta akan meningkatkan kapasitas produksi Rumah Kompos Yogyakarta. Peningkatan hingga mencapai dua kali lipat dibanding kapasitas saat ini.
?Kapasitas produksi Rumah Kompos Yogyakarta masih kecil, sekitar 10 ton per bulan. Nantinya, akan kami tingkatkan hingga mencapai 20 ton per bulan,? kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Suyana, Kamis (21/2/2018).
Suyana meneruskan, DLH Kota Yogyakarta telah menyiapkan anggaran untuk pengembangan kapasitas produksi Rumah Kompos tersebut dengan alokasi dana sekitar Rp778 juta.
?Anggaran tidak hanya berasal dari APBD saja tetapi juga ada tambahan dari dana alokasi khusus. Harapannya, Rumah Kompos yang berada di Nitikan itu bisa diperbesar sehingga kapasitas produksinya pun meningkat,? ungkapnya.
Selama ini, menurut Suyana, kompos yang diproduksi oleh Rumah Kompos tersebut berasal dari sampah organik rumah tangga yang telah dipilah sebelum dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan di Kabupaten Bantul atau dari sisa-sisa pemangkasan pohon perindang yang dilakukan DLH Kota Yogyakarta.
Pemilahan dapat dilakukan karena lokasi Rumah Kompos juga berada dekat dengan tempat pembuangan sampah di Nitikan.
Kompos yang diproduksi Rumah Kompos Nitikan dimanfaatkan oleh rukun warga (RW) atau kelompok tani yang sudah mengajukan permohonan ke DLH karena produksi kompos masih terbatas. Warga dapat memperoleh kompos tersebut secara gratis.
DLH Yogyakarta menargetkan, pengembangan Rumah Kompos Nitikan tersebut sudah dapat diselesaikan pada November. (den)
