YOGYAKARTA, BERNAS.ID — Mengantisipasi hujan yang semakin sering terjadi dan adanya Assenering atau Saluran Air Limbah (SAL) yang mampet, menyebabkan air kotor meluap ke jalan Pesindenan, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta. Pengurus RW 08 Suryoputran, lakukan bersirh – bersih SAL yang melintas di wilayah tersebut. Tepatnya wilayah RT 26, RT 27, dan RT 28.
Ketua RW 08 Suryoputran Seno Pratomo, Jumat (22/02/2019), menjelaskan kepada Bernas.id, bahwa mampet dan meluapnya SAL atau juga disebut Assenering sudah terjadi dua minggu lebih itu banyak dikeluhkan oleh warga sekitar.
?Kami telah berupaya lapor ke instansi terkait melalui Kelurahan, namun tindakan yang dilakukan hanya mengalirkan luapan air limbah ke selokan saluran air hujan (SAH) di samping ruas jalan tersebut. Sehingga menimbulkan bau kurang sedap, bahkan dikhawatirkan menimbulkan dampak penyakit,? papar Seno Pratomo, yang pernah menjadi anggota DPRD Kota Yogyakarta Tahun 2014.
Lanjut Seno yang kini maju lagi kontestansi dalam Pemilu 2019 melalui Partai Demokrat, mengatakan, karena warga semakin banyak yang mengeluh. Dan apabila menunggu petugas berwenang belum tentu waktunya, maka dia mengambil jalan pintas dengan mendatangkan tenaga profesioanal pembersih saluran dengan pembiayaan swadaya gotong royong warga pemakai SAL.
Yuni Pratono (59 tahun) selaku tokoh kampung setempat, ikut menimpali, kebijakan Ketua RW 08 sangat bijaksana dengan cara gotong royong, akan memberikan efek jera pada warga pemakai SAL agar lebih hati-hati dan ikut memelihara Assenering (SAL) peninggalan zaman Belanda itu.
?Sebagai warga saya ikut jengkel, karena kejadian mampet dan meluap kok jadi agenda tahunan. Bisa dibayangkan dari dua titik sumur bak kontrol terkumpul 10 karung kotoran yang dinaikkan. Selain berupa pasir, lumpur gumpalan lemak. Juga banyak dijumpai pembalut wanita, pampers, perkakas dapur, plastik dan celana dalam,?ujar Yuni Pratono.
Seno Pratomo, berharap padaPemerintah Kota Yogyakarta dapat meningkatkan pelayanan publik, terkait pengelolaan air limbah domestik tersebut, mengingat wilayah nJeron Beteng, Kecamatan Kraton banyak sekali saluran Assenering (SAL) dan Saluran Air Hujan (SAH) yang sudah tua dan rapuh dimakan usia.
?Saya ingat betul antara tahun 1970 -1975an pemeriksaan oleh instansi terkait malah rutin dilakukan setiap sebulan dua kali. Karena kegiatan tersebut menjadi tontonan bagi anak-anak kampung. Apalagi sekarang warga yang memakai Assenering dikenakan pembayaran restribusi pengelolaan air limbah domestik oleh DPUPKP Kota Yogyakarta,?imbuhnya. (ted)
