PAPUA, Bernas.id – Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Papua Jannus Pangaribuan mengharapkan semua pihak bisa menahan diri dan dapat menyaring informasi tentang polemik Masjid Sentani di Papua, terutama terhadap kabar palsu atau “hoax” yang dapat mengadu domba.
“Karena sesuatu yang sudah tersebar ke publik itu telah menjadi konsumsi publik. Jika ingin ditarik kembali informasi tersebut sudah sulit,” ungkap Jannus dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/3/18).
Jannus mengajak masyarakat agar berhati-hati mengonsumsi informasi tentang Masjid Al Aqsa Sentani itu. Menurutnya, saat ini telah diadakan dialog dan dibentuk tim guna menyelesaikan persoalan sensitif terkait masjid di Jayapura itu. Selain itu, Kakanwil Kemenag Papua juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga nilai-nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Pihaknya mengingatkan Gubernur Papua Lukas Enembe dan Bupati Jayapura telah mendapat anugerah tokoh kerukunan.
“Saya pikir itu tanggung jawabnya sangat berat. Namun juga bisa menjadi sebuah pintu agar masyarakatnya tetap cinta kerukunan, ikut berperilaku rukun dan saya rasa itu tidak sulit untuk dilakukan,” jelasnya.
Hal senada disampaikan oleh Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon berharap para tokoh lebih bijaksana dalam membuat komentar, masukan atau pernyataan, terutama di media sosial.
“Pasti ada etika-etika yang harus dipatuhi dalam menyampaikan sesuatu pesan-pesan dan jangan sampai membuat hal yang memicu kegaduhan publik,” ujar Victor.
