Bernas.id ? Rakyat Venezuela harus menjadi tumbal atas krisis ekonomi yang membelit negaranya. Reuters mengabarkan kalau pada tahun lalu, rakyat Venezuela rata-rata kehilangan 11 kilogram berat badannya. Sebanyak 90 persen rakyat Venezuela kini dilaporkan juga hidup dalam kondisi miskin.
Hal tersebut didapat dari hasil studi tahunan yang dilakukan oleh tiga universitas di Venezuela. Studi ini dilakukan dengan cara melakukan survei kepada 6.168 rakyat Venezuela yang berusia antara 20 hingga 65 tahun.
Sebanyak 60 persen rakyat Venezuela yang disurvei mengaku kalau selama tiga bulan terakhir, mereka terbangun dalam kondisi lapar akibat tidak memiliki cukup uang untuk membeli makanan. Sebanyak seperempat warga Venezuela diketahui hanya makan kurang dari tiga kali sehari.
?Pemasukan (rakyat Venezuela) tengah terpukul,? kata Maria Ponce yang ikut terlibat dalam penelitian ini. ?Kesenjangan antara naiknya harga barang dan gaji rakyat sungguh merata, sehingga dalam praktiknya tidak ada lagi rakyat Venezuela yang tidak miskin.?
Ada 13 indikator berbeda yang digunakan untuk menentukan tingkat kemiskinan seseorang, misalnya pemasukan dan akses ke layanan publik. Jika hasil rata-rata indikator berada di bawah kisaran 25 persen, maka orang yang disurvei dikatakan berada dalam kondisi miskin.
Sejak bulan Januari 2017 hingga Januari 2018, harga-harga barang di Venezuela dilaporkan terus mengalami peningkatan tajam akibat inflasi yang membubung hingga lebih dari 4.000 persen. Sebagai jalan pintas untuk meringankan krisis, pemerintah Venezuela pada awal pekan ini meluncurkan mata uang virtual yang bernama petro.
