Bernas.id – Setiap orang tua menerapkan pola asuh yang berbeda satu sama lain. Pola asuh yang diterapkan oleh orang tua terhadap anaknya dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain latar belakang sosial, ekonomi, pendidikan dan budaya orang tua. Yang menjadi masalah adalah terkadang pola asuh orang tua terhadap anaknya di luar batas kewajaran dan akan menimbulkan perilaku menyimpang pada anak.
Perilaku menyimpang merupakan perilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan norma dalam masyarakat. Penyebab perilaku menyimpang antara lain adalah proses sosialisasi yang tidak sempurna yang dialami oleh anak dalam keluarganya. Dalam hal ini adalah peran orang tua dalam pengasuhan anak menjadi salah satu penyebab anak mengalami perilaku meyimpang.
Contoh perilaku menyimpang yang kerap terjadi pada anak dimulai hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari seperti, mulai berbohong, melawan orang tua, berkata yang tidak pantas, bolos sekolah, bahkan mulai merokok, minuman keras sampai pergaulan bebas.
Sebagai orang tua, ayah bunda perlu mengetahui pola asuh yang dapat menyebabkan perilaku menyimpang anak.
Pola asuh orang tua yang dapat menyebabkan perilaku anak menyimpang antara lain:
1. Tanpa pengawasan;
Ayah bunda, memercayai anak boleh saja. Tetapi jangan sepenuhnya kita percaya dengan perilaku anak, apalagi anak yang sedang beranjak remaja. Pengawasan dari ayah bunda tetaplah penting. Banyak orang tua yang beranggapan bahwa anak harus diberikan kepercayaan sepenuhnya agar ia bisa bertanggung jawab. Memang peryataan itu ada benarnya, tetapi memberikan kepercayaan tanpa pegawasan akan berakibat negatif. Seperti anak menjadi mudah berbohong, padahal ayah bunda sudah memercayainya seratus persen. Anak akan berpikir bahwa ayah bundanya akan percaya dengan apa yang ia katakan atau lakukan, apalagi ayah bunda tidak pernah kroscek terhadap apa yang dikatakan anak dan remaja. Sejatinya seorang anak apalagi yang menjelang remaja masih butuh pengawasan dari orang tuanya agar tingkah laku sesuai dengan nilai dan norma.
2. Bebas tak terbatas;
Orang tua zaman sekarang, kerap menerapkan pola asuh yang memberikan kebebasan kepada anak-anaknya. Mereka beranggapan dengan memberikan kebebasan kepada anak-anak akan membuat anak-anak tumbuh sesuai dengan keinginan anak. Pendapat ini ada benarnya, tetapi memberikan kebebasan kepada anak yang berlebihan juga tidak benar apalagi kebebasan tak terbatas. Ayah bunda sejatinya anak dan remaja itu harus tetap dalam aturan nilai dan norma yang berlaku. Dampak yang ditimbulkan dari kebebasan tak terbatas ini adalah anak jadi berperilaku semaunya. Seperti, mulai bolos sekolah, kecanduan televisi dan gadget. Ayah bunda, tetaplah memberikan aturan kepada anak dan remaja, orang tualah yang harus pegang kendali anak, bukan anak yang mengendalikan orang tua.
3. Terlalu membatasi gerak anak;
Masih ada kita jumpai pola asuh orang tua yang terlalu membatasi gerak anak. Terlalu berlebihan dalam pengawasan. Membatasi gerak anak secara berlebihan juga memberikan perilaku menyimpang, seperti, anak mudah melawan orang tua, karena anak merasa dirinya dibatasi geraknya. Konflik sering terjadi antara orang tua dan anak.
4. Orang tua memberikan contoh yang salah.
Tanpa ayah bunda sadari perilaku ayah bunda sehari-hari sebagai orang tua dapat menjadi contoh nyata bagi anak untuk meniru tingkah laku orang dewasa. Seperti seorang ayah yang merokok, maka anak akan meniru ayahnya yang merokok. Oleh karena itu, sebagai orang tua sejatinya ayah bunda dapat memberikan contoh yang baik kepada anak-anaknya.
Itulah pola asuh orang tua yang dapat menyebabkan perilaku menyimpang anak. Semoga bermanfaat. Tidak ada kata terlambat untuk ke arah yang lebih baik.