Bernas.id – Fakta yang sering sekali ditemukan dalam kehidupan adalah di mana seorang anak dituntut untuk memahami apa yang diinginkan oleh kedua orang tuanya.
Hal tersebut bukan sesuatu yang salah namun tidak juga dibenarkan. Sebelum orang tua mencapai level saat ini, bukankah pernah melewati masa menjadi anak-anak yang ingin bebas berekspresi dengan karya yang mereka buat sesuai dengan minatnya?
Lantas mengapa kita merampas hak mereka untuk berkarya sesuai minatnya?
Faktor anak ?tidak suka? belajar mungkin beberapa beberapa diantaranya adalah :
1. Miss Komunikasi
Miss komunikasi adalah faktor utama, si orang tua dengan anak. Bagaimana bisa terjadi, padahal sering berbicara dengan anak? Seorang anak yang mendapatkan good communication dari orang tuanya pasti akan memberikan feedback yang baik pula. Katakanlah orang tua sering menyapa anak ini dan itu tetapi tidak pernah mencoba menanyakan bagaimana keadaan sekolahnya, dan sebagainya. Anak membutuhkan peran orang tua sebagai tameng untuk dirinya. Tanyakan segala keresahannya kenapa tidak mau belajar dan apa kendalanya saat belajar.
2. Beban
Umumnya waktu anak sekolah saat ini berhenti jam 3 sore atau bahkan hingga jam 5 sore. Anak masih mampu menyerap pelajaran dengan baik dan kondisi badan yang nyaman diperkirakan sampai jam satu siang atau setelah ishoma. Biasanya, setelah jam tersebut anak cenderung lelah, mengantuk dan sudah tidak fokus dengan apa yang dijelaskan oleh gurunya di dalam kelas.
3. Sistem Belajar yang Membosankan
Sepertinya kondisi ini sudah dihafal oleh beberapa kalangan bahkan anak yang menginjak remaja pun sudah mengetahui akar permasalahannya. Salah satu faktor malasnya anak belajar adalah sistem atau cara belajar yang monoton. Cara belajar yang tidak melakukan inovasi akan menimbulkan kesan membosankan pada anak.
4. Tidak Memiliki Orientasi
Keadaannya saat ini hanya menjalankan apa aktivitas yang orang tua tunjukkan adanya. Anak belum memahami apa itu tujuan, cara memperoleh tujuan atau bahkan solusi tercepat agar tujuan tercapai. Anak harus diberi pemahaman sesuai dengan tingkat kepemahamannya untuk mengetahui apa tujuan ia sekolah, mengerjakan PR hingga membuat to do list atas dirinya sendiri setiap hari.
5. Full Fasilitas
Apabila anak sudah difasilitasi semuanya oleh orang tua, semua keinginannya langsung dituruti, maka hal ini sebetulnya akan menjadi bomerang bagi sang anak itu sendiri. Berikut tips sederhana untuk meningkatkan daya tarik belajar anak:
- Berikan waktu istirahat cukup
- Buat schedule belajar
- Ubah gaya belajar monoton menjadi have fun sesuai minat anak
- Cukupi asupan gizi dengan baik
- Dampingi saat anak mengalami kesulitan belajar
- Reward bagi anak yang mampu mencapai target keinginannya
Sebab baik buruknya anak merupakan cerminan dari orang tua, yuk bimbing anak disiplin sedini mungkin. Semoga menginspirasi
