Bernas.id – Dysmenorrhea atau yang biasa dikenal dengan nyeri haid atau dilep adalah suatu kondisi di mana kram otot yang dirasakan pada perut bagian bawah pada sebelum atau saat menstruasi. Hal itu disebabkan adanya kontraksi pada otot rahim sehingga menekan pembuluh darah di sekitarnya. Akibatnya, pasokan oksigen ke dalam rahim pun terhambat.
Selain itu, kontraksi tersebut terasa lebih kencang saat menstruasi, mengapa? Karena terjadi peluruhan dinding rahim saat menstruasi, berlangsung antara 2-3 hari dan akan hilang setelah melahirkan bayi pertama. Menurut dr. Marianti pada laman alodokter bahwa, ?Sembilan dari sepuluh wanita akan mengalami nyeri haid dan rasa tidak nyaman saat menstruasi. Kondisi ini sangat umum terjadi. Rasa sakit atau nyeri yang muncul memiliki pengaruh yang berbeda-beda pada setiap wanita.?
Saat nyeri haid menyerang, Anda dapat menanganinya terlebih dahulu di rumah, bagaimana? Berikut beberapa yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi nyeri haid:
Kompres Air Hangat
Untuk mengurangi nyeri haid, Anda bisa lakukan dengan cara mengompres dengan air hangat pada bagian yang terasa nyeri.
Konsumsi Makanan Sehat
Konsumsi makanan sehat inilah yang masih banyak diabaikan oleh para wanita. Saat nyeri haid menyerang perbanyaklah konsumsi makanan sehat, terutama sayuran dan buah-buahan. Selain itu, kurangi mengkonsumsi kopi, merokok, atau minum-minuman keras karena dapat meningkatkan risiko Anda mengalami nyeri haid.
Olahraga
Selain konsumsi makanan sehat, olahraga rutin juga masih banyak diabaikan oleh para wanita padahal kegiatan ini dapat is mengurangi risiko nyeri saat haid. Olahraga yang dapat Anda lakukan saat nyerj haid, antara lain dengan berjalan, berenang, bersepeda, walaupun dalam tingkatan rendah. Namun, alangkah baiknya apabila sebelum menstruasi atau sebelum nyeri haid menyerang, Anda sudah membiasakan diri untuk olahraga rutin.
Itulah tiga hal yang dapat Anda lakukan di rumah saat nyeri haid tiba-tiba menyerang. Namun, apabila nyeri haid terjadi cukup parah sehingga Anda tidak dapat melakukan aktivitas, atau bahkan muntah dan pingsan, maka segera konsultasikan pada dokter spesialis kandungan atau kebidanan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
