Bernas.id – Writer’s block merupakan zona yang tidak asing bagi para penulis. Di mana laptop atau naskah yang sudah disiapkan, namun tak mampu mengungkapkan sepatah dua patah kata.
Seolah otak terasa membeku dan ide yang ingin dituangkan seakan hilang entah ke mana. Hal itu tidak hanya terjadi pada penulis pemula saja, bahkan penulis profesional pun pernah mengalami kondisi tersebut. Hanya saja untuk penulis profesional, mereka sudah tahu bagaimana mengatasinya.
Baca juga: Mengenal Teks Berita, Ciri-ciri, Jenis, dan Contoh Penulisannya
Sedangkan, bagi penulis pemula, mereka akan lebih mudah untuk menyerah atau bahkan merasa bahwa menulis itu bukan bakatnya sehingga tidak melanjutkan tulisannya. Jika Anda merasa bahwa menulis bukan bakat Anda, coba pikirkan kembali, bukankah sejak dini kita sudah diajarkan menulis dan merangkai kata? Bahkan, di sekolah juga sering mendapat tugas membuat karya tulis, karya ilmiah, tugas akhir, atau skripsi untuk para sarjana. Sehingga alasan tidak memiliki bakat menulis sepertinya kurang bisa dibenarkan, karena apabila dilatih atau dibiasakan pasti bisa.
Lalu, mengapa bisa masuk dalam zona writer’s block? Hal itu terjadi karena adanya rasa takut akan opini para pembaca, terlalu keras berpikir, atau mungkin mood kurang baik. Oleh sebab itu, coba lakukan tiga jurus ini:
Lakukan Kegiatan Yang Menyenangkan
Saat kondisi mulai tidak kondusif, jangan coba untuk memaksakan diri untuk menulis karena hal itu akan sia-sia. Jadi, coba lakukan kegiatan lain yang kalian suka. Misalnya, nonton tv atau film, makan, jalan-jalan, atau hal membahagiakan lainnya guna me-refresh pikiran kalian. Jika dirasa sudah membaik, baru cobalah untuk kembali pada naskah kalian.
Baca juga: Bagaimana Cara Membuat Teks Persuasif Sesuai Jenis dan Strukturnya?
Buat Kerangka Karangan
Kalian juga bisa mencoba untuk membuat kerangka karangan terlebih dahulu guna menghindari writer’s block. Hal ini cukup membantu karena dengan membuat kerangka karangan, maka kalian akan lebih mudah dalam menuangkan tulisan sebab kalian dapat mengikuti alur dari kerangka yang telah dibuat.
Baca juga: Contoh Paragraf Induktif, Deduktif, Campuran, dan Ineratif
Banyak Baca
Writer’s block juga bisa terjadi karena kurangnya riset atau pemahaman atas apa yang ingin kalian tulis. Oleh sebab itu, coba banyak membaca untuk menambah pemahaman kalian tentang apa yang ingin ditulis atau bisa dengan menulis sesuai apa yang kalian pahami guna menghindari kondisi tersebut.
Itulah tiga jurus untuk keluar dari zona writer’s block. Kunci utamanya adalah tidak mudah menyerah karena jika kalian menyerah, maka semuanya akan terhenti sampai di situ saja. Namun, apabila kalian tidak pantang menyerah, maka kalian dapat mengasah ide baru yang lebih mudah kalian kuasai. Tetaplah semangat dalam menulis yang dapat memberi kebermanfaatan pada pembaca. Sebab hal itu dapat menambah amal jariyah dan menolong kalian di akhirat kelak.
Baca juga: 51 Jenis Font Keren untuk Desain dan Menulis Buku 2021
