Bernas.id – Masa lalu baik akan membuat kita tersenyum. Membenak dan tersipu berulang kali. Berbeda ceritanya jika masa lalu buruk yang sering melintas. Apalagi masalah cinta. Jika tema ini dibahas, maka takkan habis ceritanya. Perjalanan cinta dengan ujung yang buruk akan membuat seseorang malah sibuk berhitung rasa. Lelah mengenang. Tersendat mengalihkan diri. Anda mungkin bisa mencoba tips dari Kang Abay.
Cinta takkan mampu merusak akal pikiran jika berlabuh di tempat dan waktu yang tepat. Manusia adalah tempatnya khilaf. Wajar saja jika sesekali melenceng menerjemahkan cinta. Toh, rasa suka pada lawan jenis adalah naluri yang sengaja diberi sejak lahir. Ironisnya, kita keliru dengan caranya menyukai seseorang. Kang Abay punya tipsnya agar kita mampu melepas cinta yang berlebihan ini, yakni 5B.
Belajar menerima semuanya
Langkah pertama adalah dengan menerima segala cerita yang terjadi pada kita. Seburuk apapun cerita kita pasti datang bersama hikmah. Hikmah inilah yang mesti dipeluk seumur hidup agar cerita buruk tidak terulang kembali.
Belajar memaafkan
Kita wajib memaafkan bukan karena kita mengalah pada ujian hidup melainkan hati kita berhak menerima rasa damai. Dengan memaafkan hati akan terasa lebih lapang.
Banyak bertaubat
Manusia adalah tempatnya rawan dosa. Entah dosa yang disengaja ataupun yang tidak disengaja. Buruknya adalah ketika kita tidak sadar jikalau kita baru saja melakukan dosa. Sering-seringlah berucap istighfar. Hati akan penuh dengan kelegaan karena dzikir bukan malah menyempit karena cinta.
Banyak beribadah
Jika bukan kebaikan yang menyibukkan diri, maka keburukan yang menyelinap memenuhi rutinitas hidup kita. Jika bukan ibadah yang membebaskan kesulitan kita, maka cinta yang salah yang mungkin saja memenjarakan ketenangan kita.
Banyak bersyukur
Bahkan cinta yang gagal harus disyukuri. Setidaknya kita pernah mencintai sebesar itu. Jika pada jodoh orang lain saja kita mampu melakukannya, bisa jadi pada jodoh kita sendiri cinta itu akan berdampak jauh lebih positif.
Tips 5B yang dicetuskan Kang Abay ini sederhana. Mungkin akan sedikit rumit jika kita yang salah memandang. Banyak orang yang sudah menyerah di awal, merasa tak sanggup untuk melupakan. Padahal hidup ini memang kodratnya berliku. Nikmati dan syukuri saja.
