Bernas.id ? Pepatah ?lebih baik hujan batu di negeri sendiri daripada hujan emas di tanah orang? tidak berlaku bagi warga Venezuela. Kian parahnya krisis ekonomi yang membelit negara tersebut menyebabkan warganya berbondong-bondong pergi menetap di negara lain.
Kolombia adalah salah satu negara yang menjadi tujuan utama warga Venezuela karena lokasinya yang bersebelahan. Menurut pemerintah Kolombia seperti yang dilaporkan oleh BBC, jumlah warga Venezuela yang tinggal di Kolombia sekarang sudah mencapai 550 ribu jiwa.
Dari sekian banyak jumlah tersebut, hanya sebanyak 126 ribu yang memiliki izin legal untuk menetap di Kolombia. Sebanyak lebih dari separuhnya menggunakan visa kemanusiaan yang mulai diberlakukan sejak bulan Juli.
Pemerintah Kolombia juga menyatakan kalau selama enam bulan terakhir, jumlah warga Venezuela yang menetap di Kolombia meningkat hingga 62 persen. Semakin banyaknya warga Venezuela yang masuk pada gilirannya menyulitkan pemerintah Kolombia untuk menyediakan bantuan kebutuhan pokok kepada para pengungsi di daerah perbatasan.
Selain datang untuk menetap, banyak juga warga Venezuela yang masuk ke Kolombia untuk membeli kebutuhan pokok dan kemudian menjualnya kembali di Venezuela. Diperkirakan ada 30 ribu warga Venezuela yang keluar masuk Kolombia setiap harinya di sepanjang tahun 2017. Mereka masuk ke Kolombia dengan menggunakan kartu migrasi.
Fenomena penyelundupan barang ke dalam wilayah Venezuela tersebut merupakan hal yang kontras jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya. Sebelum Venezuela terjerat krisis ekonomi, justru barang-barang kebutuhan pokok Venezuela yang kerap diselundupkan ke luar negeri. Lebih murahnya harga barang di Venezuela berkat subsidi pemerintah menjadi penyebabnya.
Namun anjloknya harga minyak dunia menyebabkan pemerintah Venezuela kini merasa kewalahan untuk menyediakan kebutuhan pokok bagi rakyatnya. Kelangkaan makanan dan obat-obatan menjadi hal yang kian lazim terjadi di negara sosialis tersebut.
