Bernas.id ? Fenomena misterius tengah terjadi di lepas pantai Brazil. Sebanyak 88 ekor lumba-lumba kelabu ditemukan tewas terdampar di pantai Brazil hanya dalam kurun waktu 18 hari. Temuan tersebut sekaligus menambah banyak jumlah lumba-lumba kelabu yang mati secara misterius.
Dalam kurun waktu satu bulan lebih sedikit, sudah ada hampir 200 ekor lumba-lumba yang mengalami kematian. Fenomena ini sekaligus menjadi fenomena kematian massal lumba-lumba kelabu terbesar yang pernah terjadi selama satu dasawarsa terakhir.
Masih belum diketahui apa penyebab fenomena kematian massal ini. Juga mengenai sampai kapan fenomena kematian ini masih akan berlanjut. Namun menurut ilmuwan dari Universitas Negeri di Rio de Janeiro, Brazil, wabah penyakit kemungkinan menjadi penyebab timbulnya kematian massal ini.
Wabah yang dimaksud adalah sejenis penyakit yang disebabkan oleh mobilivirus. Pendapat terusebut diajukan karena bangkai lumba-lumba yang ditemukan terlihat memiliki bercak-bercak di kulitnya. Kalaupun penyakit tersebut memang benar disebabkan oleh virus, para ilmuwan masih belum bisa memastikan apa penyebab kemunculan virus ini.
Lumba-lumba kelabu atau lumba-lumba Guyana adalah spesies lumba-lumba bermoncong panjang yang hanya ditemukan di perairan Amerika Tengah dan Selatan. Seperti halnya lumba-lumba hidung botol, lumba-lumba kelabu juga bisa melakukan aneka gerakan akrobatik seperti melompat keluar air dan memukul permukaan air memakai ekornya.
Lumba-lumba yang panjangnya mencapai 1,5 meter ini sekarang tergolong sebagai salah satu spesies lumba-lumba paling langka di dunia. Dua puluh tahun yang lalu, ada sekitar 2.500 ekor lumba-lumba ini. Namun sekarang jumlah lumba-lumba kelabu yang masih tersisa hanya tinggal kurang lebih 800 ekor.
