Bernas.id ? Kebijakan kontroversial dibuat oleh pemerintah Iran. The Guardian mengabarkan kalau Iran bakal melarang pendidikan bahasa Inggris untuk anak-anak sekolah dasar. Menurut lembaga pendidikan nasional setempat, kebijakan ini diambil karena pendidikan pada jenjang tersebut seharusnya ditekankan pada pendidikan budaya lokal.
?Mengajar bahasa Inggris di SD negeri dan swasta adalah hal yang bertentangan dengan peraturan. Pertimbangannya adalah pendidikan usia SD harusnya bisa menjadi pondasi untuk mengajarkan budaya Iran bagi murid-murid,? kata Mehdi Navid-Adham dari lembaga pendidikan nasional Iran.
Kebijakan ini sendiri hanya akan berlaku untuk sekolah dasar. Dengan kata lain, larangan ini tidak berlaku untuk sekolah tingkat menengah ke atas dan lembaga-lembaga swasta yang menyediakan kursus bahasa Inggris di luar sekolah.
Diambilnya kebijakan ini dispekulasikan ada kaitannya dengan demonstrasi yang menimpa kota-kota Iran sejak menjelang pergantian tahun. Setidaknya 22 orang tewas dan lebih dari 1.000 orang lainnya ditahan dalam aksi protes yang melanda lebih dari 80 kota tersebut. Menurut badan keamanan Iran, aksi protes tersebut didalangi oleh pihak asing.
Ayatollah Khamenei selaku pemimpin spiritual tertinggi Iran sendiri memang diketahui memiliki rasa tidak suka terhadap pendidikan bahasa Inggris. Dalam pidato yang dikumandangkannya pada tahun lalu, ia memperingatkan kalau pengajaran bahasa asing bakal diikuti dengan masuknya budaya dan pengaruh dari luar.
