Bernas.id ? Pernahkah Anda mendengar kata hikikomori? Itu adalah istilah yang digunakan untuk menyebut seseorang yang gemar mengurung diri dan menghabiskan hampir seluruh kesehariannya di dalam kamarnya sendiri. Istilah ini pertama kali muncul di Jepang untuk menyebut orang-orang yang mengisolasi diri dari pergaulan karena beragam hal, misalnya karena memiliki trauma.
Fenomena hikikomori yang melanda Jepang lantas turut menarik perhatian pemerintah Negeri Matahari Terbit. The Japan Times mengabarkan kalau untuk anggaran tahun 2018 ini, pemerintah Jepang sudah menyediakan dana sebesar 20 juta yen (2,38 milyar rupiah) khusus untuk melakukan survei hikikomori.
Mereka yang berusia antara 40 hingga 59 tahun akan menjadi sasaran dari survei berskala nasional pertama ini. Sebelum ini pemerintah Jepang baru pernah melakukan survei hikikomori kepada mereka yang berusia antara 15 hingga 39 tahun.
Survei hikikomori ini dilakukan di tengah meningkatnya seruan agar pemerintah membantu para orang tua yang anaknya menjadi hikikomori dan sebagai konsekuensinya tidak bisa bekerja. Rencananya survei hikikomori ini bakal menyasar 5 ribu rumah yang diseleksi secara acak untuk mengetahui jumlah total hikikomori berusia menengah.
Pemerintah Jepang pertama kali melakukan survei hikikomori kepada mereka yang berusia di bawah 39 tahun pada tahun 2010. Berdasarkan survei yang dilakukan pemerintah selama beberapa tahun terakhir, terjadi tren pergeseran usia seiring dengan bertambahnya usia para penderita hikikomori tersebut. Survei di tahun 2015 menunjukkan kalau ada 541.000 orang yang diketahui mengurung diri di rumahnya sendiri.
