YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Okupansi hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meningkat tajam pada Sabtu (18/12/2021) lalu. Bahkan hotel terpaksa menolak tamu untuk menginap.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan tingkat hunian bahkan mencapai 98,2 persen. Kondisi tersebut tidak hanya terjadi di hotel berbintang saja, namun juga non bintang.
“Okupansi mulai meningkat kan memang sudah terjadi sejak dua bulan lalu. Tetapi meningkat tajam itu ya baru kemarin itu. Kami bersyukur terutama minggu kemarin pada tanggal 18 itu selama pandemi sampai menolak,l. Kondisi ini tidak hanya bintang saja lho, non bintang juga. Kemarin semua hotel di DIY penuh,” katanya, Senin (20/12/2021).
Ia menyebut tingkat hunian memang tidak bisa 100 persen. Hal itu karena aturan adanya pandemi COVID-19.
Baca juga: Pelaku Pariwisata DIY Khawatir Kenaikan Level PPKM di Akhir Tahun
Selama pandemi, hotel hanya bisa menerima tamu maksimal 75 persen dari kapasitas kamar. Dengan aturan tersebut, pihak hotel tidak bisa memenuhi kebutuhan kamar dan terpaksa menolak tamu.
Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, hotel di DIY sudah mulai menerima reservasi menginap. Jika sebelumnya okupansi hanya 8,2 persen, kini meningkat menjadi 71 persen.
Baca juga: PHRI DIY Harapkan Kebijakan yang Mampu Meringankan Beban
“Reservasi Nataru ada kenaikan, ini reservasi periode 22 Desember sampai 2 Januari 2022. Ini menandakan ada sinyal untuk bisa meningkat lagi pas hari H. Tetapi juga tergantung dengan kebijakan pemerintah besok,” tandasnya. (den)
