Bernas.id – Salah satu masalah kenakalan remaja di sekolah adalah kasus bullying. Bullying memang tidak separah narkoba atau tawuran, namun masalah ini tidak bisa digolongkan sebagai kasus ringan. Selain membuat korban menjadi minder, pembullyan bisa menimbulkan trauma tersendiri pada korbannya.
Ada korban bullying, tentunya ada si pem-bully. Orang yang melakukan bullying biasanya adalah ia yang memiliki strata tinggi dalam kehidupan sosial. Seorang pem-bully menjadi momok tersendiri bagi korbannya. Biasanya, ada saja alasan tersendiri kenapa orang menjadi suka menindas orang lain. Mau tahu? Ini lho, alasan kenapa seseorang suka melakukan bullying!
1. Melampiaskan masalah
Seseorang yang memiliki masalah begitu berat terkadang sumpek dan bingung, sehingga beberapa waktu mereka butuh sesuatu untuk melampiaskan emosinya. Nah, ketika ada seorang lemah yang pasrah pada keadaan, si pem-bully pasti akan melampiaskan masalahnya pada korbannya. Dengan menyiksa korbannya, si pem-bully bisa menyalurkan kemarahan dan emosinya. Itulah kenapa biasanya remaja yang suka mem-bully pasti memiliki banyak masalah dalam kehidupannya.
2. Agar terlihat kuat
Ada beberapa orang yang menindas orang lain supaya terlihat kuat di mata teman-temannya. Terkadang, gengsi mereka tinggi dan mereka perlu menindas supaya orang lain takut dan segan padanya. Rasa ego dan takut karena ada pesaing membuat tipe pem-bully seperti ini menjadi terus-terusan menindas orang lain.
3. Menyalurkan kebencian
Biasanya, dendam dari masa lalu membuat seseorang mem-bully korbannya. Mungkin ada masalah yang belum diselesaikan atau kebencian lainnya sehingga membuat si pem-bully mengumpulkan bantuan untuk menindas korbannya. Dengan melihat musuhnya dalam keadaan tidak berdaya, pasti menjadi kepuasan tersendiri bagi si pem-bully.
4. Takut tersaingi
Persaingan secara tidak sehat dibuktikan dengan bullying. Melakukan bullying pada orang yang akan menjadi populer melebihi orang lain, atau karena hal lain, merupakan suatu keharusan bagi si penindas. Daripada ia jatuh karena tersaingi, lebih baik menghancurkan mental pesaingnya dengan mem-bully.
5. Suka melihat orang menderita
Jika penindas melakukan bullying karena suka melihat orang lain menderita dan tak berdaya, bisa-bisa ada darah psikopat dalam dirinya. Seseorang yang seperti ini jelas menakutkan, karena untuk memuaskan diri mereka, menyiksa orang lain tidak ada larangannya lagi. Para psikopat suka melihat orang tak berdaya, bahkan nekad membunuh hanya untuk menyenangkan hatinya.
Apapun alasannya, bullying merupakan kasus kejahatan dan tentunya tidak boleh dilakukan karena itu sama saja merampas hak asasi orang lain. Hargailah orang lain jika ingin dihargai. Untuk para pem-bully, menindas bukanlah cara yang elegan untuk terlihat kuat!
