Bernas.id – Bicara tentang toleransi sebenarnya bicara tentang saling menghormati dan saling menyayangi. Toleransi yang dimaksud bukan untuk ikut beribadah dan kepercayaan agama lain. Seluruh agama pasti mempunyai aturan tertentu mengenai agamanya. Mungkin perlu diulas sedikit sebenarnya toleransi itu apa, dengan contoh-contohnya serta dalil yang mendukung toleransi tersebut.
Toleransi artinya menghormati pemeluk agama lain dalam beribadah sesuai dengan aturan agamanya. Sebagai contoh seorang siswa yang beragama Islam diberikan kebebasan untuk beribadah menurut syariat Islam, walau dia berada di lingkungan sekolah non muslim sekalipun. Atau sebaliknya, jika ada seorang siswa non muslim yang berada di sekolah muslim, hendaknya mereka diberi kemudahan dalam beribadah menurut agama yang dianutnya. Jangan sampai yang muslim memaksakan kehendak kepada non muslim untuk mengikuti ibadah seorang muslim. Jika terjadi demikian maka artinya dia tidak memberikan kebebasan beribadah menurut agamanya masing masing dan ini sebenarnya dapat dituntut ke pengadilan.
Namun seorang muslim yang mendukung toleransi, bukan berarti lantas ikut cara-cara beribadah agama lain. Padahal, dalam kenyataan di masyarakat terkadang atas nama kemanusiaan dia tidak dapat membedakan mana yang muamalat dan mana yang akidah. Kalau muamalat silahkan saja tapi jika sudah berhubungan dengan akidah tidak dapat ditoleran lagi.
Mengenai toleransi sudah jelas dasar hukumnya di dalam Alquran surat Al-kafirun, yang menyatakan bahwa setiap pemeluk agama dipersilakan untuk melaksanakan ibadahnya sesuai agamanya masing-masing. Jika kita ingat kembali sejarah turunnya surat Al-kafirun ini adalah adanya permintaan dari orang kafir untuk ketika Islam beribadah mereka ikut beribadah, atau sebaliknya, sehingga turunlah surat ini.
Pada kenyataannya, kejadian di masyarakat ternyata ada juga penjegalan-penjegalan terhadap agama tertentu. Padahal agama tersebut mengundang narasumber untuk berbicara sesuai agamanya. Ini jika kita lihat dari kacamata agama sudah melanggar hak kebebasan dalam beragama. Kejadian ini ternyata bukan dialami oleh satu dua orang, namun ternyata dialami oleh beberapa orang termasuk pejabat Negara sekalipun. Ini bikin miris apakah mereka tidak paham mengenai toleransi atau ada sesuatu. Wallahu a?lam.
Lalu, manfaat toleransi itu adalah, sebagai berikut:
1. Terjadinya kenyamanan di masyarakat. Seluruh anggota masyarakat akan saling menghormati, sehingga tidak ada yang merasa terintimidasi. Jika toleransi dimaknai oleh semua orang tanpa pandang bulu maka tidak akan terjadi saling menekan dan merasa paling benar sendiri.
2. Terpeliharanya kerukunan antar umat beragama. Semakin bertoleransi suatu umat dalam beragama maka akan saling rukun dan saling menghargai antar pemeluk agamanya masing-masing, sehingga kerukunan pun akan terjaga. Selain itu akan terjaga pula kerukunan antar umat seagama.
Dalam agama manapun namnya perbedaan pasti ada. Untuk menjaganya perlu adanya saling memelihara kerukunan antar umat seagama. Demikian pula antar umat beragama dengan pemerintah. Pemerintah pun semestinya mempunyai andil besar dalam menjaga kerukunan antar umatr beragama dengan penerintah. Ketika didapati sedikit ketidakharmonisan antar umat seagama, antar umat beragama maupun antar umat dengan pemerintah, maka pemerintah hendaknya segera mengambil alih untuk mendamaikan kembali ketidakharmonisan tersebut. Jika tidak, maka akibatnya akan sangat fatal. Demikian di antara manfaat dari toleransi.
