Bernas.id ? Di wilayah yang sedang dilanda konflik, warga sipil acap kali menjadi pihak yang paling menderita. Hal serupa juga berlaku di Yaman. Masih berlangsungnya konflik di negara tetangga Arab Saudi tersebut menyebabkan kian banyak warga sipil yang tewas kendati mereka tidak ikut mengangkat senjata.
Menurut laporan staf PBB di Yaman pada hari Kamis (28/12/2017), serangan yang dilakukan oleh pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi sudah menewaskan 109 warga sipil selama 10 hari terakhir. Sebanyak 54 di antaranya tewas saat berada di dalam pasar, sementara 14 orang tewas ketika sedang berada di ladang.
Serangan udara yang menimpa pasar tersebut terjadi pada hari Rabu (27/12/2017). Dari 54 korban tewas, 8 di antaranya diketahui baru berusia anak-anak. Serangan yang sama juga mencederai 32 orang.
?Insiden-insiden ini membuktikan kalau nyawa manusia tidak dianggap. Dan semua pihak yang terlibat, termasuk koalisi pimpinan Saudi, terus menunjukkan kalau perang yang tidak jelas ini hanya berdampak pada kehancuran negara dan penderitaan orang banyak,? kata Jamie McGoldrick selaku koordinator PBB di Yaman.
Mendapat tuduhan seperti itu, pasukan koalisi tidak mau kalah. Mereka ganti mengkritik PBB sambil meminta bukti data yang kredibel mengenai dasar pernyataan yang dilontarkan oleh McGoldrick. Juru bicara pasukan koalisi lantas meminta agar PBB meninjau ulang kinerja para stafnya di Yaman.
Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi mulai terlibat dalam perang di Yaman sejak tahun 2015, menyusul dikuasainya ibukota Sanaa oleh kelompok Syiah Houthi. Menurut pernyataan PBB, sebanyak 8 juta penduduk Yaman sekarang berada dalam kondisi terancam kelaparan. Sebanyak 1 juta warga Yaman juga dilaporkan terserang wabah kolera.
