Bernas.id ? Memberikan hukuman kepada murid sekolah yang membandel acap kali diperlukan supaya sang murid menyadari kesalahannya dan bersedia memperbaiki diri. Namun, sudah sepantasnya hukuman yang dijatuhkan kepada murid tetap dilakukan secara manusiawi dan tidak melampaui batas.
South China Morning Post mengabarkan kalau seorang murid SMP di Daxu, Tiongkok Selatan, mengalami koma setelah ia bersama teman-temannya dihukum harus berada di luar asrama pada malam hari. Hukuman tersebut dijatuhkan karena mereka ketahuan mengobrol saat sudah waktunya jam tidur.
Murid malang tersebut diketahui bernama Yang Haoyue dan sekarang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Ketika Yang dan teman-temannya dihukum berada di luar gedung asrama, suhu di luar diketahui berada pada kisaran 13 derajat Celcius.
Yang dan teman-temannya dihukum mengambil posisi push-up di tanah pada tanggal 29 November lalu. Mereka kemudian diminta tidak bergerak sama sekali, atau hukuman mereka bakal ditambah menjadi 30 menit.
Namun, saat baru menjalani hukumannya selama beberapa menit, badan Yang terlihat bergetar. Ia kemudian jatuh kehilangan kesadaran dan dilarikan ke rumah sakit. Sesudah meninggalkan rumah sakit, Yang mengeluh kalau ia merasakan nyeri pada dadanya. Ia pun kemudian dilarikan kembali ke rumah sakit pada tanggal 11 Desember dan masih belum sadarkan diri hingga sekarang.
Menurut pengakuan ayah Yang, keluarganya harus mengeluarkan dana 20 ribu yuan (27 juta rupiah) setiap harinya untuk membiayai perawatan Yang. Ia berharap kalau pihak sekolah bersedia membantu menanggung biaya perawatan anaknya. Namun belum diketahui apakah pihak sekolah bersedia menuruti kemauan ayah Yang.
