Bernas.id ? Kutub Selatan dikenal sebagai tempat paling dingin di dunia. Namun hal tersebut tidak lantas menyurutkan niat sebagian orang untuk mengunjungi langsung benua paling selatan tersebut. Adanya fauna eksotik seperti penguin beserta masih sterilnya Antarktika dari polusi industri menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong.
Selama ini kunjungan wisata ke Antarktika dilakukan memakai kapal laut. Terobosan baru lantas dicoba oleh Tiongkok. Akhir pekan lalu, sebanyak 22 turis asal Tiongkok melakukan penerbangan menuju Antarktika. Penerbangan tersebut sekaligus menjadi penerbangan wisata pertama Tiongkok ke Antarktika.
Dalam penerbangan wisata itu sendiri, mula-mula pesawat melakukan penerbangan selama 15 jam dari Hong Kong menuju Cape Town, Afrika Selatan. Sesudah melakukan pengisian bahan bakar, pesawat lalu melanjutkan penerbangan selama sekitar 6 jam dari Cape Town menuju landasan sepanjang 2,5 km di Antarktika.
Menurut BBC, penerbangan wisata ini merupakan hasil kerja sama antara biro perjalanan Tiongkok dan Afrika Selatan. Turis yang sudah tiba di Antarktika selanjutnya harus mengikuti peraturan ketat yang sudah ditetapkan oleh biro perjalanan dan lembaga internasional IAATO.
Salah satu peraturan tersebut adalah hanya membolehkan maksimal 100 orang untuk berada di lokasi pendaratan yang sama. Turis asing yang ada di daratan Antarktika juga dilarang berada terlalu dekat dengan hewan-hewan lokal seperti penguin.
Tiongkok sendiri merupakan negara penyumbang turis asing terbanyak kedua ke Antarktika sesudah AS. Jumlah mereka terus bertambah setiap tahunnya. Jika pada tahun 2008 jumlah turis asing asal Tiongkok hanya 100 orang, maka pada tahun 2016 jumlahnya sudah mencapai lebih dari 3.900 orang.
