Bernas.id ? Kurang dari sepekan lagi, umat Kristen di seluruh dunia bakal merayakan Natal. Salah satu pemandangan yang lazim dijumpai selama Natal adalah pohon Natal. Kota Roma di Italia juga tidak ketinggalan mendirikan pohon Natalnya sendiri.
Namun, bukannya berbahagia, publik justru beramai-ramai mengekspresikan rasa sedih dan kecewanya terhadap pohon Natal tersebut. Pasalnya pohon setinggi 20 m tersebut kehilangan banyak daunnya hanya berselang dua pekan setelah pertama kali didirikan. Mereka sampai menjuluki pohon yang sama dengan sebutan Spelacchio (Botak).
Surat kabar lokal Il Messaggero bahkan berkomentar lebih jauh dengan menyamakan kondisi pohon tersebut dengan sikat WC. Warga lokal lantas menyalahkan Walikota Virginia Raggi atas buruknya kondisi pohon tersebut, serta buruknya kondisi kota Roma secara keseluruhan.
?Ini adalah hal yang memalukan. Saya bahkan merasa terluka hanya dengan melihat pohon Natal tersebut,? kata salah seorang warga kota Roma seperti yang dilansir oleh The Guardian. ?Bagaimana bisa mereka memasang yang seperti itu di ibukota seperti Roma,? timpal warga Roma yang lain.
Komentar negatif juga dilontarkan oleh para netizen di dunia maya. Salah seorang pengguna Twitter menganalogikan pohon Natal yang kehilangan banyak daunnya tersebut dengan kondisi kota Roma yang sekarat. Netizen yang lain bertanya sambil bercanda perihal kapan upacara pemakaman dimulai.
Pohon yang digunakan untuk pohon Natal itu sendiri diketahui berasal dari dekat perbatasan Austria. Kelompok pembela hak konsumen Codacons lantas meminta digelarnya penyelidikan untuk mencari tahu mengapa dana sebesar hampir 50 ribu euro (775 juta rupiah) digunakan untuk mendatangkan pohon yang sudah sekarat.
