Bernas.id – Memilih kesibukan dengan fokus pada satu kegiatan itu sah-sah saja. Apalagi jika aktivitas keseharian tersebut digeluti secara tekun. Namun, bila kita terlampau mencintai satu rutinitas akan menyebabkan diri enggan keluar dari comfort zone tanpa disadari. Benarkah Anda akan tetap berada di ranah comfort zone jika hal buruk tak terduga datang secepat kilat? Terlepas dari target menyandang gelar sarjana, tahukah Anda kita memiliki potensi besar yang bisa diasah? Yuk, simak ulasan lebih jelasnya!
Baca juga: Apa Itu Jurusan Sistem Informasi? Inilah Mata Kuliah dan Prospek Kerjanya
Sejauh apa kita mampu menjamin bahwa dunia akan mempertahankan pekerjanya yang bergelar? Kita tidak pernah mengetahui secara pasti akan apa yang terjadi di masa yang akan datang.
Umumnya orang akan menargetkan jalan hidupnya dengan sekolah setinggi-tingginya, mendapatkan nilai yang terbaik, bekerja sesuai jurusan perkuliahan, menikah lalu menghabiskan waktu menjadi zombie perkantoran. Berangkat pagi bersama asap kendaraan. Pulang malam pun tetap bersama sekumpulan polusi.
Menjadi ahli di satu bidang memang sangat membanggakan. Terlebih menjadi menonjol di antara yang lain. Namun patut kita sadari bahwa kalimat bijak tentang roda kehidupan setiap manusia selalu berputar itu memang benar adanya. Kita akan mendapat jatah waktu untuk jatuh di posisi terendah. Di saat itulah, sebaiknya kita sudah memiliki langkah cadangan untuk menanggulangi segala kemungkinan buruk.
Baca juga: 5 Universitas Jurusan Sistem Informasi Terbaik di Indonesia
Sejatinya setiap manusia diberikan tidak hanya satu potensi. Seorang dosen bisa saja menjadi pemilik restoran mewah. Pegawai kantoran pun berpeluang membuka toko yang besar. Nah, bagaimana dengan kita sebagai mahasiswa? Pun sama. Tak menutup kemungkinan kesibukan kuliah diselingi dengan berbisnis.
Sebagian besar mahasiswa enggan mencari rutinitas lain yang tidak berhubungan dengan kepentingan akademik sama sekali. Itulah pertanda bahwa seseorang sedang dinyamankan di posisi comfort zone-nya. Zona aman yang kapan saja bisa berubah menjadi bom waktu siap meledak.
Segera berinisiatif dengan memulai hal baru. Minimal menambah pengalaman. Keuntungan yang diperoleh tidak serta merta soal kekayaan yang melimpah. Cara kita memanfaatkan waktu sempit di celah-celah kesibukan kuliah akan melatih diri lebih baik untuk mengatur diri sendiri menghadapi kesulitan secara mendadak.
Baca juga: 13 Universitas Jurusan Akuntansi Terbaik Indonesia dan Luar Negeri
Berbisnis sama saja menabung untuk masa depan. Saat kita membutuhkan dana kita tak perlu repot tunggang langgang mencari pinjaman. Saat kita kehilangan pekerjaan kita pun tak hilang arah. Jika pegawai bekerja dengan bos yang menuntut, maka dalam berbisnis kitalah yang menjadi bosnya.
Mari berbisnis sejak dini! Tidak menunggu di-PHK oleh perusahaan tempat bekerja. Tidak menanti momen yang pas untuk memulai. Berbisnislah dengan apa saja yang Anda bisa. Bertukar ide, menciptakan teknologi, berdagang kecil-kecilan bahkan menjadi inisiator jasa baru sekalipun.
Kuliah sambil berbisnis. Why not?
Baca juga: Inilah 6 Sertifikasi Akuntansi Bagi Profesi Akuntan di Indonesia
