Bernas.id ? Kisah pilu mengenai etnis Rohingya masih belum usai. Menurut lembaga internasiol Dokter Tanpa Batas (MSF), setidaknya ada 6.700 warga sipil Rohingya yang tewas oleh aparat Myanmar di negara bagian Rakhine.
Jumlah korban tewas sebanyak itu tercipta hanya dalam kurun waktu satu bulan, tepatnya sejak akhir Agustus hingga September. Ada total 9 ribu warga Rohingya yang tewas dalam periode yang sama, di mana sebanyak lebih dari 70 persennya tewas akibat aksi kekerasan selama operasi militer Myanmar terjadi.
Temuan ini sendiri didapat usai dilakukannya survei kepada sampel populasi warga Rohingya yang berhasil mengungsi dalam kondisi selamat. Diperkirakan ada setidaknya 600 ribu warga etnis Rohingya yang mengungsi meninggalkan Myanmar. Banyak di antara mereka yang sekarang mendiami kawasan di dekat perbatasan Bangladesh?Myanmar.
?Yang kami ungkap sungguh menggemparkan, baik dalam hal jumlah orang yang melaporkan kalau anggota keluarga tewas, serta cara menakutkan mereka tewas atau terluka parah,? kata Sidney Wong dari organisasi MSF.
?Jumlah korban tewas sangat mungkin masih lebih rendah dari yang sebenarnya karena kami belum mensurvei semua tempat pengungsian di Bangladesh dan karena survei tidak dilakukan kepada mereka yang tidak pernah berhasil keluar dari Myanmar.?
Dari jumlah sebanyak itu, sebanyak 730 di antaranya diketahui baru berusia lima tahun ke bawah. Sebanyak hampir 60 persennya tewas akibat terkena peluru, sementara sisanya tewas akibat beragam sebab seperti terkena ranjau darat, dipukuli hingga tewas, serta dibakar hidup-hidup.
Wong kemudian memperingatkan bahwa korban tewas masih akan terus bertambah karena pihaknya menerima laporan kalau warga Rohingya yang baru tiba di Bangladesh mengaku turut menjadi korban kekerasan. ?Kami mengkhawatirkan nasib warga Rohingya yang masih ada di sana,? kata Wong.
