Bernas.id ? Banyak orang di sekitar kita terlihat berkecukupan dan hidup makmur. Tandanya tampak pada tubuhnya yang besar, kekar, gemuk, dan perutnya buncit. Siapa sangka kondisi perut buncit ini justru menjadi indikasi penyakit?
Perut buncit ada beberapa sebab:
1. Banyak makan namun kurang gerak;
2. Proses metabolisme tubuh terganggu;
3. Kebiasaan habis makan langsung tidur atau tiduran.
Jika kondisi perut buncit maka bisa dipastikan masuk kategori obesitas. Obesitas adalah suatu kondisi penumpukan lemak di dalam tubuh, terutama pada bagian perut. Ini diakibatkan oleh ketidakseimbangan antara asupan energi dengan penggunaannya. Lingkar pinggang orang obesitas terhitung >80 cm, untuk wanita, sedangkan pria >90 cm.
Kondisi ini sering disertai dengan peningkatan berat badan mencapai overweight. Prevalensi di berbagai negara, overweight dan obesitas mencapai 1,7 milyar penduduk. Sedangkan prevalensi di Indonesia, menurut Riskesdas 2013, berdasarkan usia di atas 18 tahun terdapat 13,3% overweight, dan 15,4% obesitas.
Obesitas kronik dapat berhubungan serius dengan masalah kesehatan, seperti cardiovascular, cerebrovascular dan diabetes. Obesitas juga merupakan salah satu kriteria terpenting dari 6 kriteria sindrom metabolik. Hal ini berpengaruh terhadap kesehatan jangka pendek dan juga jangka panjang. Berkaitan dengan penyakit kronis dan meningkatnya mortalitas.
Lebih jelasnya tentang sindrom metabolik adalah kumpulan gejala dari berbagai faktor cardiometabolic, seperti: obesitas, sentral/abdominal, resistensi insulin, intoleransi glukosa, dislipidemia, fatty liver, yang terjadi secara bersamaan sehingga meningkatkan resiko penyakit stroke, jantung dan diabetes. Jumlah insiden sindrom metabolik di Indonesia mencapai 10,2% dari total populasi penduduk (SKN 2007).
Seseorang diklasifikasikan sebagai overweight ketika Indeks Massa Tubuh (IMT), atau istilah kerennya Body Mass Index (BMI), mencapai >25 kg/m², dan termasuk obese jika >27 kg/m². Dengan perhitungan rumus IMT=BB/TB (kg/m²).
Penampakan perut buncit juga ada beberapa tipe berdasarkan lokasi penumpukan lemaknya. Yaitu:
1. Tipe Apel (android);
Pada tipe ini, penumpukan lemak cenderung berada pada bagian atas tubuh, misal di dada, pundak, leher, dan muka. Biasanya pada pria dan wanita lanjut usia (menopause).
2. Tipe Pear (genoid);
Pada tipe ini, penumpukan lemak ada di bagian bawah, yaitu di perut bawah, pinggul, paha, pantat. Biasanya banyak terdapat pada perempuan.
Kini kita bicarakan solusinya. Bagaimana mengatasi yang sudah terlanjut buncit?
Pertama, periksa dahulu apa kebiasaan pola makan, pola hidup, pola kerja, dan pola tidurnya.
Kedua, solusi mudah adalah berpuasa sunnah (bagi umat Islam) atau diet untuk istilah umumnya.
Ketiga, mengurangi konsumsi lemak, mengatur asupan karbohidrat, membatasi makanan kering seperti roti kering, gorengan, krupuk, kripik, dan aneka camilan kering.
Keempat, setelah makan janganlah langsung tidur atau tiduran, juga jangan langsung bekerja. Karena akan berefek kepada sistem cerna.
Kelima, makan lebih banyak sayuran, buah, dan herbal serta imbangi dengan konsumsi air putih secukupnya, guna melancarkan proses pembersihan usus besar dari kotoran feses yang mengendap berhari-hari.
Keenam, berolah ragalah secara periodik dan rutin. Misal sepekan 2-3 kali jalan kaki long march, atau jogging pagi hari.
Waspadalah! Gemuk belum tentu sehat. Tapi bila Anda ditakdirkan bertubuh gemuk, maka upayakan agar gemuknya Anda termasuk dalam kondisi sehat dan seimbang gizi. Bukan buncit atau obese.
Salam sehat!
