Bernas.id ? Asam lemak esensial tidak bisa diproduksi oleh tubuh manusia dengan sendirinya sehingga harus diasup dari bahan pangan. Asam lemak esensial sendiri sangat bermanfaat bagi metabolisme tubuh. Asam lemak ini berupa asam lemak tak jenuh seperti omega 3 dan omega 6.
Asam lemak omega 3
Asam lemak omega-3 memiliki fungsi untuk:
- Membantu untuk mengencerkan darah sehingga distribusi oksigen dan nutrien ke seluruh sel tubuh dapat berjalan lebih lancar.
- Mencegah peradangan pada persendian
- Berperan dalam pertumbuhan yaitu dalam membentuk sel baru dan pemulihan sel
- Meningkatkan metabolisme tubuh
- Meningkatkan imunitas tubuh
- Mencegah penyakit jantung stroke hiperkolesterolemia dan tekanan darah tinggi
Asam lemak yang termasuk kelompok omega-3 adalah Asam Alfa Linoleat atau Alfa Linolenic Acid (ALA), Asam Etanoat atau Eicosapentaenoic Acid (EPA) dan Asam Dokosaheksaenoat atau Docosahexanoic Acids (DHA).
EPA dan DHA dalam metabolismenya diubah menjadi prostaglandin, thromboxane dan leukotriene yang bisa mencegah peradangan penggumpalan darah berperan dalam kontraksi pembuluh darah serta imunitas tubuh.
ALA adalah bentuk omega 3 yang diperoleh dari sumber nabati. Sumber ALA adalah nigella sativa dan flaxseed. Sedangkan EPA dan DHA dapat diperoleh dengan mengonsumsi ikan ikan laut dalam seperti halnya salmon makarel sarden tuna grill atau udang kecil tiram dan kepiting.
Asam lemak Omega 6
Asam lemak yang termasuk golongan asam lemak Omega 6 adalah asam linoleat, asam Gamma Linolenat atau Gamma Linolenic Scids-GLA. Sumber Omega 6 adalah minyak kedelai, minyak biji bunga matahari, minyak jagung dan wijen.
Jika seseorang mempunyai kesehatan yang baik, asam linoleat di dalam tubuhnya diubah menjadi Asam Gamal Linolenat (GLA). Asam Linoleat atau Omega 6 dalam tubuh manusia biasanya berada dalam jumlah yang cukup bahkan lebih besar bila dibandingkan omega-3. Walaupun demikian, Omega 6 itu tidak berubah menjadi GLA karena adanya gula yang tinggi, alkohol, lemak Trans serta gaya hidup yang buruk seperti konsumsi rokok, polusi, stres, penuaan dan kencing manis.
ALA akan dipecah menjadi EPA dan DHA. EPA bersama GLA akan diubah menjadi hormon eikosanoid yang berperan dalam membantu berbagai fungsi organ termasuk organ yang vital dan sel.
Asam Lemak Trans atau Trans Fatty Acid
Lemak tak jenuh yang normal mempunyai susunan ikatan CIS. Karena proses hidrogenasi, lemak berubah menjadi rantai dengan susunan trans atau menyilang. Proses hidrogenasi ini mengubah sifat fisik minyak nabati dari cair atau lemak tak jenuh dengan ikatan rangkap menjadi padat atau lemak jenuh. Proses tersebut melibatkan penambahan hidrogen suhu panas dan katalis logam.
Lemak trans yang dihasilkan secara buatan terdapat pada margarin minyak goreng makanan cepat saji dan makanan lain yang dibuat dengan menggunakan margarin atau minyak goreng. Tetapi ada sumber lemak trans yang secara alami terdapat di alam. Sebagai contohnya daging ruminansia yakni sapi kerbau kambing dan lainnya serta produk susu dimana 2-5% dari total lemak adalah lemak trans.
Lemak Trans dalam tubuh dapat meningkatkan LDL yang bersifat merugikan dan menurunkan HDL yang bersifat menguntungkan. Selain itu, lemak trans juga bisa meningkatkan penggumpalan darah serta membuat tubuh berkurang kemampuannya. Jenis asam lemak ini bisa menyebabkan penyakit jantung koroner dan berkontribusi sebagai penyebab alzheimer, obesitas, diabetes, kanker, kemandulan pada wanita dan disfungsi hati.
