Bernas.id – HIV atau kepanjangan dari Human Immunodeficiency Virus merupakan suatu virus yang menyerang sel darah putih di dalam tubuh sehingga menyebabkan turunnya kekebalan tubuh pada manusia. Lain halnya dengan AIDS yang merupakan kepanjangan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome, tahapan lanjutan dari infeksi HIV dengan sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena menurunnya kekebalan tubuh sehingga lebih mudah terkena penyakit seperti TBC, kandidiasis, berbagai radang pada kulit, paru, saluran pencernaan, otak, dan kanker.
Apa yang Anda lakukan jika kerabat Anda adalah ODHA (Orang dengan HIV Aids)? Pasti Anda akan menjauhi mereka, bukan? Ya, stigma tersebut telah menyebar pada masyarakat sehingga terjadi kesalahpahaman.
Menurut Komisi Penanggulangan Aids Nasional (KPAN), terdapat beberapa hal yang perlu di pahami oleh masyarakat bahwa ODHA tidak dapat ditularkan hanya melalui kontak sehari-hari, seperti:
1. Sentuhan
2. Berjabat tangan
3. Batuk dan bersin
4. Gigitan nyamuk atau serangga lain
5. Di kolam renang umum
Akan tetapi, ODHA dapat menularkan virusnya kepada orang lain apabila dilakukannya hubungan seks dan berbagi alat suntik.
Apakah ada obat yang dapat menyembuhkan ODHA dari infeksi tersebut? Belum ada. Menurut KPAN bahwa, sejauh ini ARV (Antiretroviral) merupkan obat yang dapat menghentikan reproduksi HIV di dalam tubuh serta mampu menurunkan angka kematian.
Pada tanggal 1 Desember ini diperingati sebagai Hari AIDS se-dunia. Peringatan tersebut di lakukan bukan berarti mendukung penyebaran infeksinya, namun memanfaatkannya untuk mengkampanyekan agar stop HIV/AIDS dan lebih peduli pada ODHA, agar mereka bisa lebih semangat untuk melanjutkan kehidupannya yang baru dengan menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan lebih dekat pada-Nya. Karena pengobatan untuk ODHA tidak hanya melalui aspek medis klinis, namun juga aspek psikologis dan sosial.
Sesuai slogan yang tidak asing bagi masyarakat yaitu “Jauhi Penyakitnya Bukan Orangnya”. Sudah terlihat sangat jelas bahwa slogan tersebut menghimbau semua orang untuk jauhi penyakitnya yaitu dengan tidak berhubungan seks di luar nikah, apalagi dengan bergonta-ganti pasangan dan tidak berbagi alat suntik. Namun, jangan jauhi orangnya, mengapa? Karena Anda tidak tahu apa yang melatarbelakangi mereka sehingga terinfeksi HIV/AIDS. Bisa jadi dikarenakan faktor ekonomi, sehingga menghalalkan segala cara yang akhirnya terinfeksi, karena tertular dari pasangannya, tertular karena ibunya mengandung atau menyusuinya saat terinfeksi virus tersebut, atau bisa juga karena kurangnya perhatian orang tua sehingga terjebak pada lingkungan yang salah yang kemudian terinfeksi pula.
Bagaimana? Sudah tidak takut lagi kan dengan ODHA? Jadi, apabila Anda tidak dapat membantu mereka, misalnya dengan menyediakan lapangan pekerjaan atau sarana untuk mereka berkarya maka Anda cukup men-support, bukan mencibir atau bahkan menjauhi mereka. Karena mereka membutuhkan Anda semua agar bisa lebih semangat untuk melanjutkan kehidupannya yang baru.
