Close Menu
BERNAS.id
    Berita Terbaru

    Dari Tantangan ke Inovasi: Chicken Crush Signature Hadirkan Pengalaman Kuliner Berbeda

    May 30, 2026

    Seminar Nasional Hari Jamu 2026: Dorong Jamu Jadi Tradisi Modern

    May 30, 2026

    Audisi GBN 2026 Membuka Talenta Muda DIY untuk Unjuk Suara Bagi Indonesia

    May 29, 2026

    SMA Negeri 3 Semarang Dukung Penuh ISF 2026, Perkuat Literasi Jamu dan Riset Herbal Indonesia

    May 29, 2026

    ‎Putusan Inkrah, PT Hong Kong Kingland Diminta Segera Kembalikan Dana Konsumen

    May 29, 2026
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    BERNAS.id
    • Home
    • Regional
      • Internasional
      • Nasional
      • Daerah
        • DK Jakarta
        • DI Yogyakarta
        • Jawa Tengah
        • Jawa Timur
    • Finance

      Dorong Tranformasi Digital, Bank Jakarta Raih Penghargaan Digital Brand

      May 24, 2026

      Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan, Menkeu Purbaya Hadiri Jogja Financial Festival 2026

      May 22, 2026

      Siswa SMAN 28 Jakarta Antusias Sambut Program KEJAR DKI

      May 19, 2026

      DIY Jadi Tuan Rumah Pembukaan Seleksi Calon Anggota Industri Kreatif Syariah (IKRA) Tahun 2026

      April 30, 2026

      Ninja Xpress Luncurkan Ninja Cross Border: Dari Indonesia ke Dunia

      April 26, 2026
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Karir
    • Lifestyle
    • Politik
    • Hukum
    • Other
      • Travel
      • Entertainment
      • Opini
      • Tokoh
      • Budaya
      • Religi
      • Lingkungan
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Desa
      • Beragam
        • Bernas TV
        • Citizen Journalism
        • Editorial
        • Highlight
        • Inspirasi
        • Press Release
        • GlobeNewswire
    • Channel Jakarta
    BERNAS.id
    Home»Internasional»Di Jepang, Makin Banyak Lansia yang Meninggal Sendirian dan Baru Ketahuan Beberapa Minggu Kemudian
    Internasional

    Di Jepang, Makin Banyak Lansia yang Meninggal Sendirian dan Baru Ketahuan Beberapa Minggu Kemudian

    Hadi NugrohoBy Hadi NugrohoDecember 2, 2017No Comments
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email
    Share
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

    Bernas.id ? Kodokushi atau fenomena meninggal dalam kondisi sendirian di tempat tinggalnya adalah fenomena yang belakangan kian lazim terjadi di Jepang. Karena korban tinggal sendirian, tidak jarang mayat korban baru ditemukan berminggu-minggu setelah korban meninggal.

    Kasus yang terjadi di sebuah apartemen kecil di kota Tokyo adalah salah satunya. Seorang pria yang diperkirakan berusia 50-an ditemukan sudah meninggal dalam kondisi masih ditutupi selimut. Ketiga petugas membuka selimut yang dikenakannya, belatung dan lendir terlihat memenuhi tubuh mayat.

    ?Ini sungguh serius,? kata Hidemitsu Ohshima yang membantu mengeluarkan jasad pria tersebut dari kamarnya. ?Anda harus mengenakan baju pelindung untuk melindungi diri anda dari serangga yang mungkin atau mungkin juga tidak menyebarkan penyakit.?

    Menurut pakar kesejahteraan Jepang Katsuhiko Fujimori, fenomena kodokushi terjadi sebagai akibat kultur kekeluargaan Jepang yang sangat kuat dan perubahan dalam sektor ekonomi Jepang selama beberapa dasawarsa terakhir.

    Di Jepang, seseorang lebih suka meminta bantuan kepada anggota keluarganya daripada kepada tetangganya karena terlalu banyak meminta bantuan kepada tetangga dianggap sebagai hal yang kurang sopan.

    Namun seiring dengan kian banyaknya kaum muda yang terpaksa tinggal dan bekerja jauh dari kerabatnya yang sudah tua, kaum lanjut usia (lansia) terpaksa harus bergantung sepenuhnya pada dirinya sendiri.

    Rendahnya angka pernikahan akibat faktor kesibukan pekerjaan kian memperburuk situasi tersebut. Sebanyak 1 dari 4 pria Jepang yang sudah berusia 50 tahun ke atas diperkirakan tidak pernah menikah. Jumlah tersebut diperkirakan bakal berubah menjadi 1 dari 3 pada tahun 2030 mendatang.

    Tidak ada data resmi mengenai jumlah korban kodokushi yang mayatnya baru ditemukan beberapa minggu sesudah meninggal. Namun diperkirakan setiap tahunnya ada 30 ribu warga Jepang yang meninggal dalam kondisi demikian.

    Share. Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email
    Hadi Nugroho

    Related Posts

    Framery mengumumkan lini produk Gradus™ baru yang didesain untuk pasar AS dan Kanada

    May 28, 2026

    Framery mengumumkan lini produk Gradus™ baru yang didesain untuk pasar AS dan Kanada

    May 28, 2026

    Tingkatkan Strategi Anda: Kompetisi Trading Global Diluncurkan dengan Hadiah Uang Tunai Besar

    May 27, 2026

    CGTN: Mengutamakan rakyat: Prinsip utama dalam tata kelola Tiongkok

    May 26, 2026

    Google Cloud Security Menggunakan Platform Instruqt untuk Melatih Lebih dari 150 Praktisi tentang AI Agentik pada Google Next 2026

    May 26, 2026

    EMGA memfasilitasi pembiayaan senilai USD 15 juta untuk Asia Alliance Bank dari OeEB

    May 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Internasional Terbaru

    Framery mengumumkan lini produk Gradus™ baru yang didesain untuk pasar AS dan Kanada

    May 28, 2026

    Framery mengumumkan lini produk Gradus™ baru yang didesain untuk pasar AS dan Kanada

    May 28, 2026
    Berita Nasional Terbaru

    28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Luncurkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa

    May 21, 2026

    Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

    April 13, 2026
    Berita Daerah Terbaru

    Dari Tantangan ke Inovasi: Chicken Crush Signature Hadirkan Pengalaman Kuliner Berbeda

    May 30, 2026

    Seminar Nasional Hari Jamu 2026: Dorong Jamu Jadi Tradisi Modern

    May 30, 2026
    BERNAS.id

    Office Address :
    Jakarta
    Menara Cakrawala 12th Floor Unit 05A
    Jl. MH Tamrin Kav. 9 Menteng, Jakarta Pusat, 10340

    Yogyakarta
    Kawasan Kampus Universitas Mahakarya Asia,
    Jl. Magelang KM 8, Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281

    Email :
    info@bernas.id
    redaksi@bernas.id

    Advertisement & Placement :
    +62 812-1523-4545

    Link
    • Google News BERNAS.id
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Verifikasi Dewan Pers BERNAS.id
    BERNAS.id
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    © 2015 - 2026 BERNAS.id All Rights Reserved.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.