Bernas.id – Dalam sebuah organisasi, pastilah terdapat seorang pemimpin. Seorang pemimpin bagaikan mesin yang mengendalikan sebuah kendaraan. Kendaraan dapat melaju jika mesin itu beroperasi dengan baik.
Organisasi adalah sekumpulan orang yang memiliki tujuan sama. Bila pemimpin dapat memimpin organisasi dengan baik, maka tujuan organisasi pun dapat dicapai dengan mudah. Anggota dan pemimpin harus bisa berkolaborasi, bekerja sama untuk kemajuan bersama. Pemimpin tanpa anggota yang loyal tidak akan bisa menuju tujuan organisasi sendirian, begitu pula anggota bila tanpa pemimpin pastinya akan kocar-kacir.
Nah, untuk bisa menuju tujuan bersama, sebenarnya seperti apa sih, pemimpin yang baik itu? Coba kita tengok trilogi kepemimpinan ala bapak pendidikan kita, Ki Hadjar Dewantara, yaitu:
Ing Ngarso Sung Tuladha
Di depan menjadi teladan. Seorang pemimpin, baik tingkah laku dan ucapannya harus bisa dijadikan teladan untuk anggota-anggotanya. Pemimpin wajib menjadi contoh baik di depan semua anggota. Bayangkan, jika pemimpinnya saja sering telat, pasti anggotanya akan mencontoh juga.
Ing Madya Mangun Karso
Di tengah membangun niat dan kemauan. Nah, seorang pemimpin selain harus bisa menjadi contoh, ia juga harus bisa membangun kemauan dan niat yang kuat pada anggotanya. Ia harus bisa bekerja sama dengan anggota dan menghargai niat baik anggota. Jika ada anggota yang putus asa di tengah jalan, sang pemimpin harus bisa membangkitkan niatnya untuk kembali bangkit dan mewujudkan tujuan organisasi.
Tut Wuri Handayani
Siapa yang tidak pernah mendengar kalimat tersebut? Kalimat itu sudah sering kita dengar sejak duduk di bangku sekolah dasar, yang artinya di belakang memberi dorongan. Seorang pemimpin harus memberikan dorongan pada setiap anggotanya supaya tetap semangat menjalankan organisasi. Selain itu, seorang pemimpin harus mendukung keinginan positif dari anggota selama tidak bertentangan dengan tujuan organisasi. Dan juga, seorang pemimpin tidak boleh merasa tersaingi oleh anggotanya. Bila ada anggota yang berpotensi, seorang pemimpin seharusnya memberikan ruang untuk anggota tersebut supaya bisa mengembangkan diri.
Begitulah, ternyata ajaran dari Ki Hajar Dewantara begitu dalam. Bapak pendidikan kita telah memberikan 'Ing Ing Tut' sebagai pedoman untuk para pemimpin, tiga kalimat pendek yang jika dipraktekkan pastinya bisa melejitkan potensi seorang pemimpin untuk menjadi lebih baik.
