Bernas.id ? Melakukan aksi protes tidak harus selalu diikuti dengan tindakan kekerasan. Hal itulah yang dilakukan oleh kaum wanita di Uganda ini. Mereka nekat melakukan aksi protes sambil bertelanjang dada untuk memprotes kebijakan pemerintah atas lahan mereka.
Aksi protes sambil bertelanjang dada itu sendiri dilakukan bukan untuk mencari sensasi semata. Menurut kepercayaan warga etnis Acholi di Uganda utara, melukai wanita telanjang bakal membawa nasib buruk bagi pelakunya. Pasalnya wanita dianggap sebagai sumber kehidupan yang sudah sepantasnya dilindungi.
Aksi protes tersebut terjadi saat Menteri Pertanahan Uganda melakukan kunjungan ke distrik Amuru untuk meninjau langsung kondisi di lapangan. Rencananya lahan yang ia tinjau bakal dialihfungsikan menjadi pabrik dan perkebunan gula.
Namun rencana pemerintah tersebut ganti ditentang oleh warga lokal. Menurut mereka, pemerintah merampas lahan yang seharusnya menjadi hak mereka. Aksi protes sambil bertelanjang dada in pun dilakukan sebagai wujud penolakan.
?Kami diberitahu ?jika kamu tidak mengizinkan mereka meninjau lahan, kamu bakal melihat kebakaran?,? kata seorang wanita lokal yang enggan disebutkan namanya. ?Namun senjata untuk melawan ada pada diri kami. Kami harus berjalan dalam kondisi telanjang.?
Sengketa lahan antara pemerintah dan warga lokal sudah terjadi selama puluhan tahun. Ketika kelompok pemberontak LRA masih aktif di Uganda utara, pemerintah mencoba membatasi ruang gerak LRA dengan cara merelokasi warga lokal ke tempat-tempat penampungan.
Sejak tahun 2008, warga berduyun-duyun mulai kembali ke tanah asalnya. Namun sekembalinya mereka, ternyata tanah mereka sudah diambil alih oleh pemerintah atau pengusaha swasta. Mereka tidak bisa menunjukkan surat resmi kepemilikan lahan karena sebagian besar tanah di Uganda utara menggunakan sistem pengelolaan lahan tradisional.
?Tanah tidak dimiliki oleh siapapun di Acholi,? kata Ambrose Olaa yang mengaku sebagai perwakilan resmi warga Acholi. ?Pengelola lahan yang ada sekarang hanya menempati lahan yang dipercaya oleh generasi yang lalu dan generasi mendatang.?
