Bernas.id ? Media sosial di masa kini menjadi hal yang kian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Pasalnya lewat media sosial, seseorang bisa berkomunikasi satu sama lain sambil menginformasikan aktivitas terkini yang tengah dilakukannya.
Namun bak pisau bermata dua, media sosial juga bisa disalahgunakan untuk hal-hal yang sifatnya negatif. Salah satunya adalah untuk menyiarkan aksi bunuh diri yang tengah dilakukan oleh penggunanya.
Fenomena tersebut turut menuai keprihatinan tersendiri dari pihak Facebook. Sebuah terobosan baru pun dikembangkan oleh raksasa media sosial tersebut untuk membatasi tren bunuh diri yang dilakukan oleh pengguna Facebook. Mereka meluncurkan sebuah kecerdasan buatan khusus untuk mendeteksi pengguna Facebook yang hendak melakukan bunuh diri.
Kecerdasan buatan ini bekerja dengan cara mengenali pola-pola yang lazimnya muncul dalam video atau tulisan seseorang yang hendak melakukan bunuh diri. Jika kecerdasan buatan Facebook mendeteksi status berisi unsur-unsur macam itu, kecerdasan buatan tadi akan langsung menghubungi staf Facebook yang bertindak sebagai moderator.
Pihak moderator selanjutnya bakal mengambil beragam tindakan untuk mencegah orang tadi bunuh diri. Misalnya menghubungi otoritas setempat yang khusus menangani kasus pencegahan bunuh diri, menawarkan bantuan konsultasi kepada orang yang hendak melakukan bunuh diri tadi, atau menghubungi teman dekatnya supaya dia bisa meyakinkan orang tadi untuk berhenti melanjutkan tindakannya.
?Salah satu tujuan kami adalah memastikan agar tim kami bisa memberikan tanggapan di setiap bahasa yang didukung oleh kami,? kata Guy Rosen yang menempati pos manajemen produk di Facebook. Namun fitur pencegahan bunuh diri ini masih belum bisa dinikmati di wilayah Uni Eropa karena bertentangan dengan undang-undang setempat mengenai privasi dan informasi sensitif individu.
