Bernas.id – Semangat pagi! Mendung dan hujan sejak pagi hingga malam hari sepertinya bukan alasan dan halangan bagi pribadi yang selalu ingin menjadi lebih baik setiap harinya. Menjadi lebih baik tidak lepas dari membangun citra diri yang baru, yang tentunya lebih baik daripada sebelumnya. Membangun citra diri yang baru tentu bukan perkara mudah. Perlu usaha ekstra dan konsistensi tinggi untuk melakukannya.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), citra adalah rupa; gambar; gambaran yang dimiliki orang banyak mengenai pribadi, perusahaan, organisasi, atau produk. Dengan demikian, citra diri artinya gambaran tentang seseorang atau kesan yang dimiliki oleh seseorang. Citra diri dalam bahasa Inggris disebut sebagai self image, yang terkadang disebut juga sebagai brand. Brand yang baru sangat mudah dibentuk saat seseorang berada di tengah lingkungan baru. Hal itu umumnya karena kepercayaan diri seseorang untuk menunjukkan sisi lain dari kepribadian yang dimiliki cenderung lebih tinggi saat berada di tempat yang tidak seorangpun mengenali mereka. Namun, tidak sedikit pula orang yang berani melakukan perubahan terkait brand pribadi di tempat dan komunitas lama. Tantangan terbesar melakukan perubahan diri di lingkungan lama adalah seringnya muncul kesan mencolok jika perubahan citra diri itu dilakukan secara drastis.
Meski demikian, beberapa hal remeh yang bisa dikatakan sebagai jurus jitu agar perubahan brand diri, baik di lingkungan lama maupun lingkungan baru tidak terkesan terlalu mencolok:
1. Nama;
Sama seperti merek yang ditampilkan oleh seseorang atau sesuatu, nama adalah hal krusial dan paling menentukan tentang sesuatu yang dibawa, dalam hal ini adalah diri. Berani dan percaya diri dalam menyebutkan, menuliskan, atau mengenalkan nama asli kepada orang lain, adalah awal yang baik untuk memulai suatu perubahan terkait citra diri.
2. Kesan Pertama;
Kemampuan seseorang untuk 'membentuk diri sesuai keinginan diri sendiri' dapat terlihat dari cara orang tersebut menggambarkan atau memberikan kesan tentang dirinya kepada orang lain. Hal ini bisa terlihat dan atau sangat terasa manakala kita berada pada suatu komunitas. Hal pertama yang dilakukan oleh seseorang saat berhadapan dengan orang lain, sangat menentukan penilaian sekilas dari orang lain tentang orang tersebut.
3. Sikap dan Sifat;
Kepribadian atau yang lebih umum disebut sebagai watak atau karakter, tak pernah lepas dari sifat dan sikap seseorang. Sifat terbentuk dari kebiasaan yang selalu dilakukan oleh seseorang, sedangkan sikap cenderung berhubungan erat dengan kesan pertama yang ditampilkan seseorang saat ia bertemu dengan orang lain atau saat ia berada dalam situasi dan kondisi tertentu.
Umumnya, seseorang akan cenderung kembali pada sifat asli yang dimiliki saat ia berada dalam situasi dan kondisi yang buruk. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan karakter seseorang bisa diubah, selama yang bersangkutan mampu mengendalikan sifat asli yang mungkin ingin diubah dan bersedia konsisten dengan perubahannya.
4. Potret Diri.
Sama seperti pengenalan nama dan kesan pertama yang ditampilkan seseorang kepada orang lain, potret diri cukup menentukan penilaian awal orang lain terhadap seseorang. Hal ini sangat mudah dijumpai dalam komunitas dunia maya, seperti grup-grup dalam jejaring sosial. Foto yang umum, terkesan natural, dan memiliki kualitas gambar yang baik, cenderung lebih mampu menarik perhatian banyak orang dalam suatu komunitas daripada foto yang terkesan suram, tidak biasa, dan terlalu banyak suntingan.
Meski demikian, pemilihan potret diri untuk digunakan dalam suatu komunitas sebaiknya menyesuaikan jenis komunitas tersebut. Jika kelompok itu berkaitan dengan musik, maka foto diri yang sedang bermain musik tentu lebih disukai daripada foto diri yang sedang berada di laboratorium fisika misalnya. Begitu pula jika komunitas tersebut berhubungan dengan buku. Tentu cukup menggelikan jika foto diri yang ditampilkan tidak ada kaitannya dengan dunia yang berhubungan dengan buku.
Pepatah mengatakan, hal yang besar selalu dimulai dari sesuatu yang kecil dan perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah. Sama seperti perubahan diri. Membentuk pribadi baru yang lebih baik tidak akan pernah bisa jika seseorang merasa ragu dan tidak bersedia berkorban untuk mulai melangkah. Apapun itu, kembali lagi kepada pribadi masing-masing. Jika memang Anda ingin berubah menjadi lebih baik, tunggu apa lagi? Mari membangun citra diri yang baru, yang tentunya lebih baik daripada diri kita saat ini!
Let?s build a new brand!
