YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Jogja Corruption Watch (JCW) menilai pemasangan baliho besar di pinggir jalan yang berisikan Anggota DPRD Provinsi DIY merupakan suatu pemborosan anggaran.
“Jogja Corruption Watch menilai pengenalan para anggota dewan propinsi dengan menggunakan baliho segede gaban itu tidaklah efektif selain berpotensi kearah pemborosan anggaran karena ada yang lebih efektif yakni forum reses dengan ketemu langsung para konstituennya,” ujar Aktivis JCW Baharuddin Kamba, Sabtu (27/11/2021).
Baca Juga : JCW Minta Masyarakat Sleman Agar Mengawal dan Mengawasi Kinerja Lurah Terpilih
Menurut Kamba, dengan menggunakan baliho justru malah menambah daftar inventaris sampah visual selain mengganggu estetika karena sudah cukup banyak baliho-baliho tokoh politik nasional yang terpampang juga dibeberapa sudut di Kota Yogyakarta.
“Alangkah baiknya anggaran tersebut digunakan untuk membantu penanganan dampak Covid-19 bagi masyarakat miskin,” katanya.
Baca Juga : DPRD DIY Imbau Masyarakat Waspadai Libur Akhir Tahun
“Toh tidak harus menggunakan baliho segede gaban untuk mengenalkan para anggota dewan itu tetapi sekarang eranya media sosial. Kalau pun jika ada anggota dewan propinsi DIY memiliki pemilih basisnya di pedesaan ataupun kaum lansia kan ada forum reses ketemu langsung dengan para konstituennya atau anggota dewan rajin srawung dengan masyarakat sekitar. Jangan mendadak srawung dengan masyarakat sekitar saat mau Pileg saja tetapi tetap konsisten dalam kondisi apapun,” tambah Kamba.
Dia menduga jangan-jangan pengenalan para anggota dewan dengan media baliho seperti itu lebih banyak dilihat para wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta ketimbang masyarakat Yogayakarta khususnya para konstituennya. (cdr)
