Bernas.id – Ahmad Syaifudin sebelah kanan dan Muhammad Zulkarnain Purba sebelah kiri adalah dua pemuda Batam yang telah sukses meluncurkan buku dengan judul ” 29 Solusi Untuk Indonesia Muda Berdaya “.
Acara tersebut dilaksanakan pada Sabtu,28 Oktober 2017 bertempat di Cafe Surabi Bandung beralamat di Perumahan Anggrek Sari Blok B1 No. 17, Batam. Pada acara tersebut juga di hadiri beberapa pemuda dan penulis kreatif yang ada di kota Batam.
Baca juga: 51 Jenis Font Keren untuk Desain dan Menulis Buku
Buku tersebut merupakan karya dari 29 penulis muda alumni Future Leader Summit (FLS ) yang di luncurkan serentak di delapan kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Batam , Padang, Semarang , Yogyakarta, dan Bogor.
Future Leader Summit (FLS) itu sendiri merupakan sebuah program konferensi paralel kepemudaan berskala Nasional. Program ini digelar pada tanggal 09-10 September 2017 di Semarang, Jawa Tengah.
Zulkarnain yang lebih akrab di panggil Lenzo ini mengungkapkan, dalam proses pembuatan buku ini dirinya harus bersaing dengan 25.512 orang pendaftar di Future Leader summit (FLS). Dari jumlah peserta yang mendaftar hanya 29 peserta yang mendapatkan kesempatan untuk menulis kisah inspiratif dari daerah asal salah satunya dari Batam.
“Alhamdulillah, dua dari perwakilan delegasi Batam lolos seleksi. Di mana melalui buku antologi atau kumpulan karya inspiratif pemuda pemilik dua kategori, yaitu Ide baik dan Solusi Kongkrit,” kata dia.
Dalam karyanya, Zulkarnain mencoba menyampaikan pesan bagaimana cara mengubah sampah menjadi rupiah, sebagai langkah awal menanggulangi penumpukan sampah yang ada di indonesia dan juga sebagai wujud nyata aksi pemuda untuk bangsa.
Baca juga: 18 Jenis Konjungsi, Pengertian, dan Contoh Kalimat Terlengkap
Sementara Ahmad Syaifudin dalam karya tulisnya mengambil tema Natu NuggetFood, sebagai wadah untuk menyadarkan pentingnya gaya hidup sehat bagi masyarakat.
” Melalui tulisan ini saya mencoba menyadarkan masyarakat akan gaya hidup sehat melalui makanan sehat dan bergabung bersama komunitas untuk melestarikan budaya hidup sehat,” kata Ahmad.
Ahmad menambahkan melalui karya tulis pemuda indonesia di hari sumpah pemuda ini dapat diimplementasikan dan nantinya dapat berkolaborasi dengan penulisnya.
Benefit buku tersebut 50% dari hasil penjualan akan di donasikan kepada yayasan kanker indonesia .
Semoga buku ini dapat menginspirasi banyak pemuda dan masyarakat luas demi kemajuan bangsa bersama.
” Indonesia Butuh Banyak Pemuda Pencari Solusi Bukan Pencaci Maki
~ Ridwan Kamil
Baca juga: Mengenal Pengertian dan Ciri-ciri Komik sebagai Karya Sastra
