Bernas.id – Wawancara kerja adalah salah satu tahapan yang menentukan seseorang untuk dapat diterima oleh perusahaan. Oleh sebab itu pelamar harus menyiapkan segala hal meliputi pengetahuan tentang perusahaa, penampilan, pengetahuan umum dan lain-lain. Tentunya ini berkaitan dengan kelancaran proses wawancara.
Namun, hal itu akan sia-sia apabila kamu memberikan kesan buruk pada pewawancara karena bahasa tubuh yang dilakukan. Banyak penelitian mengungkapkan bahwa bahasa tubuh juga dapat mencerminkan perasaan seseorang. Untuk menghindari kegagalan pada saat wawancara segera tinggalkan beberapa kebiasaan berikut ini:
1. Berjabat Tangan
Saat pertama Anda memasuki ruangan, hal yang pertama dilakukan adalah berjabat tangan. Itu berarti karaktermu akan dinilai sejak kamu memasuki ruangan tersebut. Pada saat berjabat tangan, usahakan genggaman tangan tidak terlalu lemah atau pun keras terlebih lagi berkeringat. Sebelum masuk ruangan, pastikan tangan Anda kering untuk menghilangkan kesan bahwa Anda sedang gugup dan kurang percaya diri. Kecuali, jika anda memiliki sindrom telapak tangan yang selalu berkeringat setiap saat. Anda bisa meminta maaf apabila ditanya soal kelainan pada tangan.
2. Jagalah Postur Duduk
Setelah Anda berjabat tangan, maka Anda akan dipersilakan duduk menghadap pewawancara. Perlu diingat bahwa posisi duduk juga ada penilaiannya. Apabila duduk terkesan menjauh itu artinya malas dan terkesan sombong. Apabila terlalu condong ke depan itu artinya Anda orang yang agresif, Sementara posisi duduk yang membungkuk akan memberikan kesan kurang percaya diri dan jauh dari kesan pemberani. Jika ingin menunjukkan kesan netral, maka duduklah dengan tegak terutama bagian bahu dan kepala tetap rileks dan nyaman.
3. Kontak Mata
Rasa kurang percaya diri yang berlebihan akan membuat Anda merasa gugup sehingga Anda akan lebih sering memalingkan pandangan Anda dari pewawancara. Hal tersebut akan meninggalkan kesan kurang baik dan cenderung merasa tidak nyaman.
Sebenarnya tidak perlu butuh waktu lama untuk melakukan kontak mata cukup melakukan 60 persen saja untuk memberikan kesan antusias. Usahakan jangan hanya fokus kepada mata, namun pada anggota wajah yang lain. Selain itu cobalah menahan tatapan pewawancara satu atau dua detik sebelum meninggalkan ruangan wawancara terutama pada saat berjabat tangan.
4. Menyilangkan Tangan
Menyilangkan tangan di depan dada akan menunjukkan sinyal defensif seperti sedang mempertahankan diri. Namun, lebih baik tangan tetap terbuka dan terlihat santai hal itu akan menciptakan kesan bahwa kamu tipe orang yang terbuka.
5. Jangan terlalu sering mengangguk
Terlalu sering mengangguk pada saat wawancara akan membuat konsentrasi pembicara menjadi pecah dan Anda akan dianggap tidak memahami atas apa yang disampaikan. Tanpa disadari hal tersebut lebih sering terjadi pada pelamar wanita. Sebenarnya Anda hanya perlu menganggukkan kepala satu atau dua kali saja. Hal itu menunjukan bahwa kamu mengerti atas apa yang disampaikan pewawancara dan jangan lupa untuk menyelipkan senyuman.
Yang terpenting pada saat wawancara, Anda harus bersikap tenang dan hindari lima pantangan di atas pada saat wawancara.
