Bernas.id – Kemunculan para penulis muda dalam jumlah besar terjadi dalam bulan ini, Oktober 2017. Sedikitnya ada 366 peserta Creative Writer Army (CWA) dan 64 Author Associate (AA) telah bergabung dalam didikan Inspirator Academy (IA). Setiap hari mereka dibina melalui fasilitas online oleh para ‘kapten’ dan ‘komandan’ CEO muda berbakat, Brili Agung.
Coretan pena kini berupa susunan huruf yang dihasilkan dari ketukan jari pada keyboard. Apa yang mereka tuliskan? Artikel demi artikel meluncur deras ke layar editor setiap harinya. Beberapa tugas harus diselesaikan dalam jangka waktu (deadline) singkat. Yaitu, tugas menyusun naskah dari rekaman wawancara tokoh narasumber (scriptwriter), mengedit naskah jadi dari kontributor, serta menulis artikel dengan tema pilihan yang sudah tersaji.
Baca juga: Bagaimana Cara Membuat Teks Persuasif Sesuai Jenis dan Strukturnya?
Dunia menulis selalu berurusan dengan kata-kata, kalimat, alinea, bahasa dan lain sebagainya. Ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan agar artikel yang dibuat tersebut layak tayang.
Ada 6 catatan kesalahan yang biasa dilakukan oleh para penulis muda tersebut. Antara lain:
1. Kesalahan Tulis (typo)
Bentuk kesalahan ini ada beberapa sebab yang rata-rata karena tidak disengaja. Hanya sedikit dari mereka yang salah tulis karena belum tahu kaidah penulisan.
Contoh: kata ‘di’ yang menunjukkan tempat tertulis ‘diwarung’ seharusnya ‘di warung’
Baca juga: 51 Jenis Font Keren untuk Desain dan Menulis Buku
2. Ejaan Tidak Sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Kesalahan mengeja sebuah kata akan berpengaruh pada tatanan baku Bahasa Indonesia serta keindahan tulisan.
Contoh: kata ‘kerjasama’ bentuk yang baku adalah dipisah, yaitu ‘kerja sama’.
Termasuk di sini adalah penggunaan tanda baca koma, tanda petik, titik koma, spasi.
Contoh: “Kalimat ucapan seseorang dituliskan dengan tanda petik ganda,” ujar guru bahasaku.
Apabila menegaskan suatu kata, istilah atau keterangan khusus menggunakan tanda petik ini, ‘abc’.
Baca juga: Teks Eksplanasi Adalah Kalimat Penjelasan, Benarkah? Ini Pengertian dan Ciri-cirinya!
3. Kalimat Kurang Efektif
Susunan kalimat yang efektif serta mudah dimengerti dan dipahami terdiri dari 10-15 kata. Boleh lebih dari 15 kata jika menjelaskan rincian dengan bantuan tanda koma.
Contoh: ‘Menentukan biaya pernikahan memang berkaitan satu sama lain dengan keperluan lainnya dalam pernikahan, sehingga sebelum memikirkan yang lainnya alangkah baiknya kalian mengestimasi pengeluaran biaya untuk pernikahan kalian terlebih dahulu.’ Kalimat tersebut terdiri dari 29 kata.
Bisa diringkas seperti ini: ‘Menentukan biaya pernikahan berkaitan dengan keperluan lainnya. Sehingga alangkah baiknya kalian mengestimasi pengeluaran biaya untuk pernikahan terlebih dahulu.’ Terhitung 19 kata. Atau bisa lebih ringkas lagi, yaitu mengubah kalimatnya dengan kalimat baru yang senada, ‘Estimasikan biaya pernikahan kalian sebelum memikirkan keperluan lainnya!’ Hanya 8 kata.
Baca juga: Mengenal Pengertian dan Ciri-ciri Komik sebagai Karya Sastra
4. Ide Kurang Kreatif
Menu pokok bagi sebuah artikel adalah ide. Menarik atau tidaknya sebuah artikel bergantung pada wawasan serta kreativitas penulis. Penulis harus mengolah ide yang sederhana menjadi unik dan memiliki daya lirik.
Baca juga: Interpretasi : Pengertian, Tujuan, dan Macam-macamnya
5. Artikel Terlalu Pendek Atau Kepanjangan
Panjang sebuah artikel idealnya kurang lebih 350 hingga 600 kata. Bila lebih dari 600 kata bisa diberi solusi dibikin bersambung atau berseri.
Baca juga: Tinjauan Pustaka: Pengertian, Manfaat, Cara Membuat, dan Contohnya
6. Satu Event Diberitakan Berulang-Ulang
Artikel tema event tertentu yang ditulis oleh seorang kontributor, apabila sudah pernah tayang maka tidak perlu ditayang ulang.
Contoh: kemarin sudah tayang artikel tentang ‘perkemahan pramuka’. Maka hari ini tidak perlu bikin artikel lagi tentang ‘pramuka’. Walaupun berbeda tema yang disampaikan namun event masih seputar ‘perkemahan pramuka’ maka tidak perlu ditulis ulang. Terkecuali ada kerja sama antara kedua belah pihak untuk publikasi kegiatan.
Mungkin masih ada beberapa kesalahan tentang kepenulisan, kita akan belajar bersama-sama memperbaikinya. Keep on Fire!
Baca juga: Cara Menulis Kutipan Langsung dan Kutipan Tidak Langsung Lengkap
