Bernas.id – Apakah Anda tinggal di kota besar di Indonesia?
Dilansir dari peraturan.go.id, kota di Indonesia dibagi ke dalam empat katagori bedasarkan jumlah penduduknya. Yaitu: kota kecil (sampai dengan 100.000 jiwa), kota sedang (lebih dari 100.000 sampai dengan 500.000 jiwa), kota besar (lebih dari 500.000 sampai dengan 1.000.000), dan kota metropolitan (lebih dari 1.000.000 jiwa).
Maka kita ambil 6 kota besar: Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Makasar dan Semarang. Apakah Anda tinggal di salah satu kota terbesar itu? Jika jawabannya ya dan Anda ingin mencoba memulai bisnis, tidak ada salahnya Anda mencoba bisnis bimbingan belajar atau privat.
Kenapa pilihannya bimbel atau privat? Berikut penjelasannya.
- Bedasarkan data statistik jumlah siswa atau pelajar dari tahun ke tahun semakin meningkat. Berdasarkan data terakhir yang di badan statistik jumlah siswa SMA saja di tahun ajaran 2013/2014 adalah 12.409 siswa, di tahun ajaran 2014/2015 menjadi 12.513.kalau dihitung kenaikannya sebesar 0,8%. Dan tiap tahun pasti mengalami kenaikan. Mangsa pasar yang banyak bukan?
- Sistem penerimaan murid baru yang membuat para orang tua cemas, apakah anaknya akan diterima di sekolah negeri atau tidak. Tidak dipungkiri lagi yang namanya sekolah negeri, mulai dari satuan sekolah dasar sampai tinggi merupakan primadona bagi para siswa, maupun orang tua. Apalagi penambahan kuota penerimaan siswa di SD, SMP, SMA tiap tahunnya tidak terlalu signifikan, jika dibandingkan penambahan siswa atau pelajar. Apalagi kalau kita melihat beberapa artikel tentang fakta SBMPTN (Saringan Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) justru mangalami penurunan kuota, sedangkan peminatnya makin naik. Hal ini memunculkan daya saing yang luar biasa.
- Bimbel atau bimbingan belajar, merupakan tempat yang dicari oleh sejumlah siswa dan orang tua untuk mencari solusi dari masalah pendidikan di sekolah. Akhir-akhir ini banyak lembaga bimbel yang tidak sekedar melayani solusi belajar tapi juga, membantu masalah psikologi pendidikannya. Meliputi pemetaan minat dan bakat siswa, gaya belajar, dan lain sebagainya. Otomatis khususnya orang tua yang ingin tahu bagaimana diagnosa akademis anaknya akan mencari tempat bimbel.
- Lembaga bimbel melayani belajar klasikal, dimana jumlah murid yang paling banyak di kelas antara 15-20 siswa. Nah ini yang membuat siswa dan orang tua memilih bimbel salah satu solusi untuk mereka yang ingin belajar dengan jumlah siswa sedikit dibanding belajar di sekolah yang sekelasnya bisa mencapai 30-40 orang.
- Banyak juga orang tua yang anaknya tidak bisa fokus dengan belajar klasikal, ada jasa yang menyediakan tentang penyediaan guru privat yang langsung datang ke rumah. Jadi tambah nyaman belajar sendiri, di rumah sendiri.
- Di tempat bimbel bisa menggambarkan daya saing akademis. Kenapa? Karena bimbel meyelenggarakan serangkaian tes yang bisa menggambarkan sejauh mana seorang siswa mengalami peningkatan, atau penurunan prestasi akademisnya. Selain itu tempat bimbel juga selalu memberikan info up to date tentang sekolah. Misalnya bagaimana kuota penerimaan, jurusan apa yang terbaru, dan lain sebagainya. Dan itu yang dicari para orang tua.
- Kemajuan teknologi online yang membuat dunia marketing semakin mudah. Untuk saat ini tidak perlu susah payah untuk mempromosikan bisnis. Tinggal sekali klik orang di penjuru dunia tahu tentang apapun. Ditambah, fasilitas sarana prasarana di kota besar akan mempermudah juga bisnis yang dijalani.
Bagaimana tertarik? Siapkan proposal bisnis, siapkan partner bisnis, siapkan konsep terbaik lembaga bimbel atau jasa privat Anda!
Sumber:
http://peraturan.go.id/inc/view/11e44c4ee046bc10b280313231373138.html
http://www.kemendagri.go.id/media/documents/2015/02/25/l/a/lampiran_i.pdf
https://news.okezone.com/read/2016/05/23/65/1395803/enam-fakta-tentang-sbmptn-2016
