HarianBernas.com – Buat kalian yang hobi atau sedang belajar memasak untuk orang terdekat atau untuk keluarga, jangan sembarangan, ya. Pasalnya salah mengolah atau memilih bahan makanan, bisa jadi orang yang memakan masakanmu malah keracunan lho.
Agar kasus kercunan makanan tidak menimpa orang yang memakan masakan kalian, ada baiknya kalian mulai memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Perharikan Kebersihan Tempat Kalian Membeli Bahan Makanan
Bagaimana pun, kebersihan menjadi prioritas utama jika terkait soal makanan. Jika kalian ingin berbelanja bahan makanan, cobalah perhatikan kebersihan di mana kalian membeli bahan makanan tersebut. Kalian bisa menilai apakah kalian akan benar-banar membeli bahan makanan di tempat tersebut.
2. Cuci Hingga Benar-Benar Bersih
Jika kalian akan memasak bahan makanan, sebaiknya dicuci terlebih dahulu. Cuci bahan makanan setidaknya sebanyak 3 kali. Dan tetap cuci setelah dikupas. Kebersihan bahan makanan akan mencegah masuknya bakteri atau kuman masuk ke dalam tubuh kita.
3. Hindari Mengkonsumsi Telur Mentah
Selama ini telur telah dikaitkan dengan 352 wabah keracunan sejak 1990. Hal ini disebabkan oleh bakteri salmonella. Bakteri penyebab keracunan makanan yang paling umum. Jika ingi mengkonsumsi telur, masak hingga matang.
4. Saat Menyimpan Makanan Gunakan Suhu yang Benar
Perlu diketahui, bahwa bakteri sangat cepat berkembang pada suhu 40 dan 140 derajat. Meski hal ini cukup sederhana, namun sering terlupakan. Simpanlah bahan makanan pada tempat yang dingin atau justru pada tempat yang panas sekalian.
5. Pisahkan Bahan Makanan Mentah Dan yang Matang
Perlu diketahui jangan pernah menggunakan tempat yang sama untuk makanan mentah dan matang, tanpa dicuci terlebih dahulu. Terlebih lagi, bedakan telenan dan peralatan untuk bahan mentah dan yang siap saji.
Sebuah penelitian menemunakan bahwa telenan yang sering digunakan dan tanpa dicuci, memiliki kandungan bakteri yang lebih banyak dibandingkan dengan kloset. Oleh karena itu, pisahlah bahan makanan yang sudah matang dengan yang masih mentah. Hal ini bertujuan untuk mencegah kontaminasi silang, dan penyebaran bakteri makanan.
