HarianBernas.com – Maraknya aksi kejahatan di Meksiko turut berimbas pada sektor jurnalisme. Surat kabar Norte de Ciudad Juarez mengumumkan kalau edisi cetak yang terbit pada hari Minggu (2/4/2017) adalah edisi cetak terakhir. Kebijakan berat tersebut diambil setelah wartawan mereka yang bernama Miroslava Breach tewas ditembak pada bulan Maret.
Baca juga: 18 Jenis Konjungsi, Pengertian, dan Contoh Kalimat Terlengkap
Breach dilaporkan tewas usai ditembak sebanyak 8 kali ketika sedang berada di dalam mobilnya di kota Chihuahua, Meksiko utara. Pelaku penembakan Breach kemudian meninggalkan pesan bertulisan “karena terlalu banyak membual”. Sebelum tewas dibunuh, Breach sedang mengulas hubungan antara politikus negara bagian Chihuahua dengan sindikat kejahatan setempat.
Breach menjadi wartawan ketiga yang tewas dibunuh di Meksiko pada bulan Maret. Sejak tahun 1992, setidaknya 32 wartawan tewas dibunuh akibat meliput aktivitas organisasi kejahatan setempat. Seperempat di antara mereka juga mengalami penyiksaan terlebih dahulu. Sementara 50 wartawan lainnya tewas dalam rentang periode yang sama akibat sebab yang tidak jelas.
Sejumlah wartawan Meksiko lantas menggelar aksi solidaritas mengecam tewasnya Breach dengan cara berdiri di pinggir jalan sambil menaruh perlengkapan wartawan di tengah-tengah jalan. Mereka juga menaruh sejumlah foto Breach yang sudah ditambahi tulisan “keadilan”.
Oscar Cantu selaku editor Norte de Ciudad Juarez memaparkan kalau kebijakan penghentian surat kabar versi cetak diambil karena pihaknya tidak bisa lagi menjamin keselamatan wartawannya. Namun Norte de Ciudad Juarez sendiri tidak benar-benar berhenti beroperasi karena surat kabar tersebut bakal tetap beroperasi secara online.
Baca juga: 51 Jenis Font Keren untuk Desain dan Menulis Buku 2021
