HarianBernas.com – Temuan mengerikan didapat oleh polisi di Sangli, India barat. Menurut pernyataan resmi inspektur Dattatray Shinde pada hari Minggu (5/3/2017), pihak kepolisian India menemukan sebuah kuburan massal berisi 19 mayat bayi. Kuburan tersebut berada di bawah suatu klinik bersalin ilegal.
Kepada CNN, Shinde berkata kalau penemuan kuburan massal tersebut berawal dari masuknya laporan kalau ada sebuah klinik tak berizin yang kerap disinggahi oleh orang-orang yang hendak melakukan aborsi. Anggota polisi lain menambahkan kalau dokter yang mengoperasikan klinik tersebut tidak memiliki izin.
Dokter pemilik klinik ilegal itu sendiri berhasil melarikan diri dan kini tengah menjadi buronan polisi. Mayat-mayat bayi tersebut sudah dikeluarkan dari kuburannya untuk diperiksa dan diidentifikasi jenis kelaminnya.
India memiliki kasus aborsi bayi perempuan yang terbilang tinggi. Adanya pola pikir kalau anak laki-laki lebih berguna bagi orang tuanya sebagai pencari nafkah menyebabkan banyak orang tua India yang mengaborsi bayi perempuan yang dikandungnya.
Menurut data lembaga Invisible Girls Project yang berbasis di AS, sekitar 10 ribu bayi perempuan India menjadi korban aborsi setiap tahunnya. Sementara data yang dirilis oleh PBB pada tahun 2014 menyatakan kalau tingginya kasus aborsi yang menimpa bayi-bayi perempuan mengakibatkan India memiliki populasi pria yang lebih banyak dibandingkan wanita.
