HarianBernas.com – Normalnya kandang domba dibangun di peternakan atau di rumah milik peternak yang kebetulan memiliki lahan luas. Namun di Roma, kandang domba ini justru dibangun di tengah-tengah kota. Pada hari Selasa (7/3/2017) waktu setempat, tiga ekor domba terlihat berlalu lalang di dalam kandang berpagar.
Kandang itu sendiri aslinya merupakan bagian dari aksi protes yang digelar oleh para peternak. Mereka mengkritik pemerintah Italia yang dianggap terlalu lamban memberikan ganti rugi kepada peternak yang mengalami kerugian akibat gempa dan bencana alam lainnya. Sejak bulan Agustus, wilayah Italia tengah memang kerap diguncang gempa berskala kecil yang merusak kawasan peternakan setempat.
Menurut asosiasi peternak Coldiretti, lebih dari 10 ribu hewan ternak cedera atau mati akibat dampak yang ditimbulkan oleh gempa. Asosiasi yang sama menambahkan kalau para peternak kini tengah dilanda kebingungan mengenai apa yang harus mereka lakukan pada hewan-hewan ternaknya tanpa merugi.
Jika hewan-hewan milik mereka ditampung di dalam bangunan, gempa dikhawatirkan akan merobohkan bangunan dan hewan-hewan di dalamnya mati. Namun jika hewan-hewan tersebut dibiarkan berada di tempat terbuka, hewan-hewan tadi menjadi lebih rentan terpapar udara dingin dan terkena penyakit. Dampaknya, produksi susu di kawasan setempat mengalami penurunan hingga 30 persen.
Pemerintah Italia sendiri bukannya tidak peduli akan nasib para peternak. Perdana Menteri Paolo Gentiloni sudah menyatakan persetujuannya terhadap rancangan undang-undang mengenai bantuan sebesar 35 juta euro kepada peternak yang kehilangan pemasukan akibat gempa. Menteri Pertanian juga sudah mengeluarkan pernyataan kalau proses pengucuran dana bantuan kepada peternak tengah berlangsung.