HarianBernas.com – Salome Karwah menjadi salah satu orang paling beruntung dua tahun lalu. Pasalnya ketika dirinya terjangkit virus ebola, wanita asal Liberia tersebut ternyata selamat dan berhasil lolos dari maut. Keberhasilan Karwah selamat dari penyakit ebola lantas mendorong majalah terkenal Time untuk menobatkan Karwah sebagai ?Orang Tahun Ini? di tahun 2014.
Keberuntungan yang menaungi Karwah sayangnya tidak berlanjut. Pada akhir Februari lalu, Karwah meninggal usai melahirkan anaknya. Hal yang ironis adalah menurut pengakuan suaminya, Karwah tewas karena para staf rumah sakit di tempatnya dirawat enggan bersentuhan dengan Karwah.
Semuanya bermula ketika pada tanggal 17 Februari lalu, Karwah melahirkan anak keempatnya melalui operasi Caesar. Namun setelah meninggalkan rumah sakit, kondisi Karwah kembali memburuk dan ia harus dibawa kembali ke rumah sakit di kota Monrovia.
Selama tiga jam, Karwah dan suaminya harus menunggu di ambulans tanpa ada satupun yang menjenguk. Menurut James Harris selaku suami Karwah, para petugas rumah sakit enggan memberikan pertolongan kepada Karwah begitu mereka tahu kalau Karwah dulunya pernah terserang ebola. Pasalnya mereka khawatir bakal terjangkit ebola jika Karwah ternyata masih memiliki virus di tubuhnya.
Harris pun lantas berinsiatif melarikan Karwah ke ruang operasi memakai kursi roda. Namun ternyata tidak ada petugas medis yang bersiaga di ruang operasi. Nyawa Karwah pun tak tertolong dan wanita tersebut menghembuskan napas terakhirnya. Sejauh ini belum ada komentar resmi dari pihak rumah sakit.
Tahun 2014 lalu, Liberia beserta sejumlah negara Afrika Barat diserang oleh wabah ebola. Kendati Karwah sempat terjangkit oleh virus ebola, wanita tersebut berhasil selamat dan kemudian bekerja sebagai perawat pasien ebola. Karwah percaya kalau ebola bukanlah penyakit yang tidak bisa disembuhkan dengan menjadikan pengalamannya sendiri sebagai contoh.
