HarianBernas.com – Banjir kini tengah menjadi momok bagi rakyat Zimbabwe. Saking parahnya banjir yang melanda negara tersebut, pemerintah Zimbabwe sampai mengumumkan banjir di negaranya sebagai bencana nasional. Pemerintah Zimbabwe juga meminta dana bantuan senilai 100 juta dollar kepada dunia internasional.
Banjir yang menerpa Zimbabwe memang memiliki skala kerusakan yang begitu hebat. Setidaknya 246 orang tewas dan lebih dari 2.000 lainnya harus mengungsi dari tempat tinggalnya akibat banjir yang menyerbu wilayah selatan Zimbabwe sejak bulan Desember. Hujan deras yang turun tanpa henti menjadi penyebab utamanya.
Menurut Joram Gumbo selaku Menteri Pengembangan Infrastruktur Zimbabwe, banjir merusak sejumlah ruas jalan dan jembatan. Dampaknya, akses menuju sejumlah tempat di Zimbabwe melalui jalur darat menjadi terputus. Jika kondisi cuaca memungkinkan, pemerintah Zimbabwe berencana melakukan rehabilitasi atas ruas jalan yang mengalami kerusakan dalam kurun waktu setidaknya 30 hari.
Kendala bagi pemerintah Zimbabwe untuk melakukan perbaikan infrastruktur yang dirusak banjir bukan hanya datang dari cuaca. Negara yang dipimpin oleh Robert Mugabe tersebut juga dibelit oleh masalah finansial. Pasalnya 90 persen anggaran nasional Zimbabwe dialokasikan untuk menggaji pegawai negerinya. Hal itulah yang menjadi alasan mengapa pemerintah Zimbabwe meminta bantuan uang kepada pemerintah negara-negara lain.
Dampak lain dari krisis keuangan tersebut adalah munculnya aksi mogok massal oleh para dokter dan suster di seantero Zimbabwe yang menuntut supaya bonus mereka dibayarkan sesegera mungkin. Tenaga dokter milik militer Zimbabwe sampai diterjunkan untuk mencegah sektor pengobatan Zimbabwe lumpuh total. Namun terbatasnya jumlah mereka mengakibatkan banyak pasien yang terlantar.
