HarianBernas.com – Krisis Krimea dan konflik di Ukraina timur membuat banyak negara Eropa Timur dan Utara bersikap kian waspada terhadap Rusia. Pasalnya negara pimpinan Vladimir Putin tersebut dianggap sebagai penyebab timbulnya gejolak di Ukraina yang masih berlangsung hingga sekarang. Swedia adalah satu dari sekian banyak negara tersebut.
Pemerintah Swedia pada hari Kamis (2/3/2017) waktu setempat mengumumkan kalau pihaknya memberlakukan kembali wajib militer untuk rakyat Swedia. Menurut Menteri Pertahanan Peter Hultqvist, kebijakan ini diambil sebagai tanggapan atas memburuknya situasi keamanan di sekitar Swedia.
Berdasarkan kebijakan baru ini, setiap 4 ribu warga negara Swedia yang berusia minimal 18 tahun akan dipanggil untuk menambah jumlah personil militer Swedia. Kebijakan ini rencananya baru akan mulai diberlakukan pada tahun depan dan menargetkan warga pria sekaligus wanita Swedia. Terakhir kali pemerintah Swedia memberlakukan kebijakan wajib militer adalah pada tahun 2010.
Menurut pemerintah Swedia, militer Swedia sekarang memerlukan tambahan seribu personil aktif dan 7 ribu personil cadangan. Swedia sendiri sekarang ini memiliki 20 ribu personil di sektor angkatan bersenjata, di mana 84 persennya berjenis kelamin laki-laki.
Kendati wilayah darat Swedia tidak berbatasan langsung dengan Rusia, Swedia memiliki alasan kuat untuk menaruh kekhawatiran khusus terhadap Rusia. Selama beberapa tahun terakhir, pesawat dan kapal militer Rusia berulang kali menerobos masuk ke wilayah Swedia. Rusia juga memiliki pangkalan militer Kaliningrad di sebelah selatan Swedia.
