HarianBernas.com – Kebijakan tegas diambil oleh Donald Trump untuk menertibkan para imigran di AS. Imigran asal Meksiko lantas menjadi tumbal utama dari kebijakan presiden baru AS tersebut. Pemerintah Meksiko jelas tidak mau berdiam diri begitu saja melihat warga negaranya diperlakukan secara semena-mena di negara lain.
Reuters memberitakan kalau mulai hari Sabtu (4/3/2017) waktu setempat, Meksiko membuka pusat-pusat bantuan hukum di seantero AS untuk membantu para imigran asal Meksiko. Menurut Pew Research Center, ada setidaknya 6 juta imigran asal Meksiko yang tidak memiliki dokumen resmi. Jika mereka sampai terjaring oleh aparat AS, mereka terancam menghadapi proses hukum yang panjang dan melelahkan jika ingin dideportasi keluar AS.
Menteri Luar Negeri Luis Videgaray membantah kalau pembukaan pusa-pusat bantuan hukum tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah Meksiko mendukung keberadaan imigran ilegal di AS. Menurut Videgaray, tujuan utama kebijakan ini adalah untuk menjamin hak-hak asasi imigran Meksiko.
Sejak Donad Trump mulai menjabat sebagai presiden AS, hubungan AS dan Meksiko memang tengah memasuki titik terendahnya. Hal tersebut tidak lepas dari rencana Trump untuk membangun tembok perbatasan di perbatasan dan membebankan pajak terhadap produk-produk asal Meksiko yang diekspor ke AS. Trump juga bersikeras meminta pemerintah Meksiko menanggung biaya pembangunan tembok sepanjang 3.200 km tersebut.
