HarianBernas.com – Anda penggemar makanan cokelat? Berbahagialah. Makan favorit anda tersebut mungkin bakal menjadi lebih murah. Pasalnya menurut laporan terbaru Organisasi Cokelat Dunia (ICO), selisih surplus cokelat dunia pada saat ini adalah yang tertinggi selama enam tahun terakhir.
Antara bulan Oktober 2016 hingga permulaan 2017 ini, nilai surplus produksi cokelat dunia dilaporkan mencapai 264 ribu ton. Sebagai perbandingan, nilai selisih produksi cokelat di tahun sebelumnya adalah minus 196 ribu ton.
Fenomena dicapainya surplus tinggi tersebut tidak lepas dari meningkatnya produksi cokelat dunia sebanyak 15 persen pada musim ini. Tingkat permintaan cokelat dunia di lain pihak hanya mengalami pertambahan sebesar 2,9 persen.
Pantai Gading menjadi negara produsen cokelat terbanyak di dunia di mana negara Afrika Barat tersebut diprediksi bakal menghasilkan cokelat hingga sebesar 1,9 ton pada musim panen ini. Di belakang Pantai Gading terdapat Ghana, Indonesia, Ekuador, dan Nigeria sebagai negara pemasok cokelat terbanyak di dunia.
Perubahan laju produksi dan permintaan tersebut lantas berdampak pada berubahnya harga cokelat dunia selama 12 bulan terakhir. Namun menurut laporan ICO, harga cokelat untuk keperluan konsumsi nampaknya masih belum berubah dalam waktu dekat. Mereka memprediksi kalau harga cokelat yang dipasarkan kepad konsumen baru akan mengalami penurunan jika penurunan harga cokelat dunia terus berlanjut hingga beberapa bulan ke depan.
